INFO NABIRE
Home » Blog » GAMKI Nabire Gelar Seminar Kebangsaan, Keberagaman Disebut Kekuatan Membangun Papua Tengah

GAMKI Nabire Gelar Seminar Kebangsaan, Keberagaman Disebut Kekuatan Membangun Papua Tengah

(GAMKI Nabire Gelar Seminar Kebangsaan, Keberagaman Disebut Kekuatan Membangun Papua Tengah)
(GAMKI Nabire Gelar Seminar Kebangsaan, Keberagaman Disebut Kekuatan Membangun Papua Tengah)

Nabire, 3 Juli 2026 – Ada pesan unik yang mencuri perhatian dalam Seminar Wawasan Kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Nabire. Di tengah pembahasan sejarah dan persatuan bangsa, muncul filosofi “taman bunga” sebagai simbol indahnya keberagaman Indonesia, khususnya Papua.

Seminar bertajuk “1 Juli dalam Perspektif Sejarah dan Kebangsaan: Memperkuat Persatuan, Menjaga Papua Tengah Damai, dan Membangun Masa Depan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, mahasiswa, hingga pemuda lintas suku dan agama. Hadir pula Ketua DPD GAMKI Papua Tengah Anis Labene, Ketua DPC GAMKI Nabire Yusuf Simbiak, serta narasumber Prof. Melkias Hetharia, Johanes M. Ramandey, dan Gian Mario Kapissa.

Pemerintah Kabupaten Nabire yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah membuka kegiatan sekaligus mengapresiasi GAMKI karena menghadirkan ruang dialog yang membangun semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa sejarah harus dipahami secara objektif sebagai bekal membangun masa depan. Pemerintah juga mengingatkan bahwa Kabupaten Nabire dan Papua Tengah merupakan rumah bersama yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang.

Generasi muda pun didorong meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, keterampilan, inovasi, dan penguasaan teknologi agar mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul sekaligus pelopor toleransi dan perdamaian.

Ketua DPD GAMKI Papua Tengah, Anis Labene, menyebut seminar tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda Papua saat ini. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan sekaligus mengisi pembangunan di Papua Tengah.

Di sela kegiatan, Anis juga mengungkapkan bahwa DPD GAMKI Papua Tengah tengah mempersiapkan Konferensi Daerah (Konferda) yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 melalui proses konsolidasi organisasi di seluruh kabupaten.

Sementara itu, dosen Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire, Johanes M. Ramandey, menyampaikan materi yang menjadi perhatian peserta. Ia menekankan bahwa wawasan kebangsaan harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar kesadaran sebagai satu bangsa semakin kuat.

Johanes mengingatkan bahwa Papua memiliki lebih dari 250 bahasa daerah dengan keberagaman suku dan budaya yang merupakan kekayaan bangsa.

Untuk menggambarkan pentingnya persatuan dalam keberagaman, ia menggunakan analogi sederhana namun bermakna.

“Kalau dalam satu taman hanya ada bunga berwarna kuning, tentu tidak akan seindah ketika terdapat berbagai warna. Justru karena ada bunga merah, biru, hijau, dan warna lainnya, taman itu menjadi indah. Begitu juga bangsa Indonesia. Perbedaan adalah keindahan yang harus kita rawat bersama sebagai kekuatan dalam pembangunan dan kehidupan berbangsa.”

Filosofi “taman bunga” tersebut menjadi pesan utama seminar. Keberagaman tidak dipandang sebagai alasan untuk terpecah, melainkan sebagai modal sosial yang memperkuat persatuan, menjaga kedamaian Papua Tengah, serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui seminar ini, GAMKI Nabire berharap lahir generasi muda yang memahami sejarah secara objektif, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjadi agen perdamaian dan pembangunan di Papua Tengah.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.