INFO NABIRE
Home » Blog » BPS: Harga Cabai Rawit dan Pertamax Dorong Inflasi Nabire Juni 2026 Jadi 2,28 Persen

BPS: Harga Cabai Rawit dan Pertamax Dorong Inflasi Nabire Juni 2026 Jadi 2,28 Persen

(Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting., SST)
(Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting., SST)

Nabire, 1 Juli 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Nabire untuk periode Juni 2026. Rilis yang disampaikan secara hybrid dari Ruang Rapat BPS Kabupaten Nabire, Rabu (1/7/2026), menunjukkan Kabupaten Nabire mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 2,28 persen.

Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting., SST., menjelaskan bahwa selama Juni 2026 terdapat sejumlah peristiwa yang memengaruhi perkembangan harga di daerah. Salah satunya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) mulai 10 Juni 2026.

“Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, atau meningkat sebesar Rp3.950 per liter,” jelas Dio dalam Berita Resmi Statistik yang disampaikan kepada media.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan stimulus transportasi selama masa libur sekolah melalui diskon 30 persen tarif dasar angkutan laut Pelni guna meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong aktivitas ekonomi.

BPS mencatat inflasi Kabupaten Nabire pada Juni 2026 terdiri atas inflasi bulanan (month to month) sebesar 2,28 persen, inflasi tahunan (year on year) sebesar 4,44 persen, serta inflasi tahun kalender (year to date) sebesar 0,67 persen dibandingkan Desember 2025.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi 3,85 persen dan memberikan andil sebesar 1,77 persen terhadap inflasi secara keseluruhan.

Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi pada Juni 2026 antara lain cabai rawit sebesar 0,86 persen, tomat 0,36 persen, bensin 0,22 persen, cabai merah 0,21 persen, dan bawang merah 0,13 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil deflasi, di antaranya angkutan laut sebesar 0,08 persen, telur ayam ras 0,06 persen, ikan cakalang 0,05 persen, buah pinang 0,02 persen, dan bayam 0,02 persen.

Untuk inflasi tahunan (year on year), kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang andil inflasi terbesar sebesar 2,72 persen dengan tingkat inflasi mencapai 5,8 persen. Sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat tingkat inflasi tertinggi sebesar 9,31 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar secara tahunan meliputi tomat sebesar 0,43 persen, daging babi 0,32 persen, beras 0,28 persen, bawang merah 0,27 persen, dan bensin 0,23 persen.

Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi secara tahunan antara lain cabai rawit sebesar 0,35 persen, biaya Sekolah Menengah Atas (SMA) 0,16 persen, biaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) 0,08 persen, sabun deterjen bubuk 0,03 persen, dan ikan nomor sebesar 0,02 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Dio juga mengingatkan masyarakat bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door masih berlangsung hingga Agustus 2026. Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk menerima petugas sensus serta memberikan data secara jujur dan lengkap.

“Data yang akurat akan menghasilkan program pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu kami mengharapkan partisipasi aktif seluruh pelaku usaha dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Kepala BPS Kabupaten Nabire turut menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia serta mengapresiasi peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.