BMP-RI Ingatkan Bahaya Video Hoaks AI yang Catut Nama Menteri Pertanian
Nabire, 12 Juni 2026 – Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga memunculkan ancaman baru berupa penyebaran informasi palsu yang sulit dibedakan dari konten asli.
Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI), Ali Kabiay, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai video yang beredar di media sosial maupun grup percakapan karena berpotensi merupakan hasil manipulasi teknologi AI.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang mencatut nama Menteri Pertanian RI dan menampilkan narasi seolah-olah menyampaikan pernyataan mengenai harga beras di Tanah Papua.
Menurut Ali, setelah ditelusuri, video tersebut diduga telah dimanipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence sehingga menghasilkan narasi yang tidak sesuai dengan pernyataan aslinya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI saat ini memungkinkan sebuah foto diubah menjadi video, bahkan suara dan narasi seseorang dapat direkayasa sehingga tampak meyakinkan di mata masyarakat.
“Kemajuan AI harus disikapi dengan bijak. Masyarakat perlu memeriksa sumber informasi dan tidak langsung mempercayai atau membagikan video yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Ali menegaskan bahwa dalam ceramah asli Menteri Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin tidak terdapat pernyataan mengenai harga beras di Papua turun menjadi Rp10.000 per kilogram maupun narasi lain yang ramai beredar di media sosial.
Ia juga menyayangkan banyaknya komentar negatif yang muncul akibat penyebaran video tersebut dan mengingatkan bahwa penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, literasi digital menjadi kebutuhan penting di era kecerdasan buatan. Kemampuan membedakan informasi asli dan hasil manipulasi menjadi langkah awal untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak.
BMP-RI mengajak masyarakat Papua untuk selalu melakukan pengecekan fakta, memastikan sumber informasi berasal dari akun resmi atau media terpercaya, serta tidak ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi AI, kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan bebas dari informasi yang menyesatkan.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar