Dinas Peternakan Nabire Siapkan 26 Petugas Periksa 300 Hewan Qurban 1447 H
Nabire, 23 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan menggelar sosialisasi penanganan hewan qurban 1447 Hijriah di Islamic Center Nabire, Sabtu (23/05/26). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan kesehatan hewan qurban sebelum dan sesudah penyembelihan saat Hari Raya Idul Adha.
Kepala Dinas Peternakan Nabire, drh. I Dewi Ayu Dwita, mengatakan sebanyak 26 petugas diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan hewan qurban. Selain petugas dari Dinas Peternakan, pihaknya juga melibatkan dokter hewan dari SMK Negeri 1 Nabire.
“H-1 petugas akan berkeliling ke masjid-masjid untuk melihat sapi yang akan diqurbankan. Hewan yang sudah dikumpulkan akan dilakukan pemeriksaan sebelum disembelih atau antemortem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan juga dilakukan setelah proses penyembelihan melalui pemeriksaan post mortem. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas yang telah dibagi sesuai lokasi tugas masing-masing.
“Petugas sudah dibekali tenaga medis dan medik. Memang dokter hewan kami terbatas, namun tenaga medik juga sudah kami latih terkait poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan antemortem maupun post mortem,” jelasnya.
Menurutnya, apabila ditemukan hewan qurban yang tidak sehat maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Jika setelah dipotong ditemukan adanya infeksi penyakit, maka bagian yang terinfeksi harus diisolasi bahkan dimusnahkan.
“Kalau kerusakan hanya sebagian, dagingnya tetap bisa dikonsumsi,” katanya.

Berdasarkan data sementara dari MUI, jumlah hewan qurban di Kabupaten Nabire saat ini mencapai sekitar 300 ekor dan diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian hewan qurban didatangkan dari Kabupaten Waropen karena lokasinya yang cukup dekat dengan Nabire. Menurutnya, populasi ternak di Nabire saat ini mengalami penurunan, namun masih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak menutup mata, memang populasi ternak kita mengalami penurunan. Namun harapannya masih bisa menutupi kebutuhan pemotongan hewan qurban di Nabire,” ungkapnya.
Dinas Peternakan Nabire juga mengingatkan bahwa tingginya permintaan hewan qurban dengan stok yang terbatas berpotensi memengaruhi harga di pasaran menjelang Iduladha.
“Kalau permintaannya tinggi sementara stok terbatas, harganya bisa saja mahal,” tutupnya.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Tinggalkan Komentar