INFO NABIRE
Home » Blog » Diikuti 78 Gembala, Revival Jadi Fokus Sidang Majelis Daerah Khusus GBI Papua Tengah 2026

Diikuti 78 Gembala, Revival Jadi Fokus Sidang Majelis Daerah Khusus GBI Papua Tengah 2026

Nabire, 21 Mei 2026 – Badan Pengurus Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Provinsi Papua Tengah menggelar Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 dengan tema “Sehati Menuntaskan Amanat Agung” dan subtema “Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival”.

Kegiatan yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di salah satu hotel di Nabire, Papua Tengah ini diikuti sebanyak 78 gembala dan pelayan Tuhan dari berbagai wilayah pelayanan di Papua Tengah.

Sidang tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan gereja, membangun persatuan antarjemaat, serta merumuskan langkah strategis bagi pertumbuhan pelayanan umat di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Ketua Panitia, Daud Money, mengatakan pelaksanaan sidang mengacu pada Surat Keputusan Ketua BPD GBI Papua Tengah Nomor 047-17/SK-BPD/040-SK/010/25 tentang pembentukan panitia Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026.

Ia menjelaskan, total anggaran kegiatan mencapai Rp203.213.000 yang bersumber dari subsidi wilayah pelayanan, kontribusi peserta, dan dukungan internal organisasi gereja.

“Total anggaran kegiatan sebesar Rp203.213.000 yang berasal dari subsidi, pendaftaran peserta, dan dukungan berbagai pihak,” ujarnya.

Ketua BPD GBI Papua Tengah, Pdt. Nelvin Bondi Potoh, berharap forum tersebut menghasilkan keputusan strategis yang berdampak positif bagi gereja dan masyarakat.

Menurutnya, gereja memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga jemaat serta membantu menciptakan suasana damai di tengah situasi sosial yang terjadi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

“Minimal kita urus jemaat yang kita gembalakan dengan baik. Itu sudah sangat menolong pemerintah di provinsi ini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa tema revival atau kebangunan rohani menjadi momentum penting untuk menghadirkan pemulihan rohani dan sosial di tengah masyarakat Papua.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Sinode GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, dalam sambutan video menegaskan bahwa revival dimulai dari pemimpin rohani yang hidup dalam integritas, doa, dan kerendahan hati.

“Revival bukan hanya tentang program gereja, tetapi tentang pertobatan, kekudusan, dan pemulihan bangsa,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Staf Ahli II Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Herman Kayame, S.T., M.T., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan sidang tersebut.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, pemerintah berharap forum gerejawi itu mampu memperkuat persatuan, pelayanan, dan pembinaan umat di Papua Tengah.

“Melalui sidang ini diharapkan lahir keputusan-keputusan yang bijaksana, penuh hikmat, serta membawa manfaat bagi pelayanan gereja dan masyarakat,” kata Herman membacakan sambutan gubernur.

Pemerintah juga mengajak para pemimpin gereja untuk terus menjadi teladan dalam pelayanan serta menjaga nilai kasih, persatuan, dan tanggung jawab sosial di Papua Tengah.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.