Makan Patita Warnai Penutupan HUT Pattimura ke-209 di Nabire, Bupati Mesak: Kerukunan Jadi Kekuatan
Nabire, 17 Mei 2026 – Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pattimura ke-209 berlangsung meriah di Pantai Jesbri, Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (17/5/2026). Tradisi “Makan Patita” menjadi penutup rangkaian kegiatan yang selama tiga hari menghadirkan nuansa budaya, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat Maluku bersama warga Nusantara di Nabire.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, kepala suku Nusantara, hingga pimpinan daerah. Hadir pula Bupati Nabire Mesak Magai, Wakil Bupati Burhanuddin, Ketua DPRK Nabire, perwakilan DPR Papua Tengah, Korem 173/PVB, Kodim 1705/Nabire, Lanal Nabire, serta Polres Nabire.
Suasana acara semakin semarak dengan berbagai penampilan budaya khas Maluku seperti Tarian Maku-maku, Tarian Saureka-reka, pembacaan puisi “Api Maluku”, hingga lagu “Maluku Basodara” yang dinyanyikan bersama masyarakat.
Ketua Panitia, Andrey Tahapary, menjelaskan rangkaian HUT Pattimura tahun ini dimulai dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan pada 15 Mei 2026. Agenda kemudian dilanjutkan dengan bakar obor dan pertunjukan Cakalele di Tugu Pattimura Nabire sebelum ditutup dengan Makan Patita di Pantai Jesbri.

Menurut Andrey, suksesnya kegiatan tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, donatur, dan seluruh masyarakat Nabire.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan budaya ini bisa berlangsung meriah dan terbuka untuk masyarakat,” ujarnya.
Panitia juga mencatat dukungan dana mencapai Rp297,9 juta untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT Pattimura ke-209 di Nabire.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Nabire, Edward A. Berhitu, mengatakan tradisi Makan Patita memiliki makna mendalam sebagai simbol persaudaraan tanpa membedakan status sosial.

“Di meja Makan Patita semua duduk sebagai saudara. Tidak ada sekat antara kaya dan miskin,” kata Edward.
Ia turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap kegiatan sosial dan budaya masyarakat Maluku di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Nabire Mesak Magai menegaskan bahwa kerukunan antarwarga menjadi kekuatan utama Kabupaten Nabire sebagai daerah yang dihuni berbagai suku bangsa dari seluruh Indonesia.
“Nabire adalah kota berkat. Persatuan dan kebersamaan inilah yang membuat daerah ini terus berkembang,” ujar Mesak.

Momentum penyerahan busana adat antara Pemerintah Kabupaten Nabire dan IKEMAL juga menjadi simbol penghormatan budaya dan penguatan hubungan persaudaraan antar masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, foto bersama, serta jamuan Makan Patita yang dinikmati seluruh tamu undangan dan masyarakat tanpa sekat.
Perayaan HUT Pattimura ke-209 di Nabire bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan Kapitan Pattimura, tetapi juga menjadi simbol kuatnya toleransi, persatuan, dan kehidupan bersama dalam keberagaman di Papua Tengah.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply