Kunker di Nabire, Yan Mandenas akan Monitoring Bulog, MBG dan Lapas
Nabire, 3 Mei 2026 – Anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Nabire selama dua hari, mulai 3 hingga 4 Mei 2026. Kunjungan ini diisi dengan sejumlah agenda strategis, mulai dari monitoring ketahanan pangan hingga kunjungan ke lembaga pemasyarakatan.
Berdasarkan rundown kegiatan, pada Minggu (3/5), Mandenas bertolak dari Timika menuju Nabire melalui Bandara Mozes Kilangin. Ia dijadwalkan tiba di Bandara Douw Aturure Nabire pada sore hari, kemudian melanjutkan agenda dengan check-in hotel dan istirahat.
Sementara pada Senin (4/5), agenda dimulai pukul 11.00 WIT dengan persiapan dan monitoring di Kantor Perum Bulog Nabire. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan di wilayah tersebut.
Selanjutnya, Mandenas akan melakukan monitoring program MBG dan SPPG di Nabire, sebelum melaksanakan istirahat siang. Pada siang hingga sore hari, ia dijadwalkan mengunjungi Lapas Kelas II Nabire guna melihat langsung kondisi serta pelayanan di lembaga pemasyarakatan tersebut.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan istirahat sebelum kembali ke penginapan.
Sebelum kunjungan ke Nabire, Yan Permenas Mandenas bersama Kapolda Papua, Jeremias Rontini, lebih dulu meninjau Kantor Perum Bulog Cabang Mimika pada Sabtu (2/5).
Dalam kunjungan tersebut, Mandenas memastikan bahwa stok pangan di wilayah Mimika dalam kondisi aman. Namun, ia menyoroti lamanya distribusi bantuan ke daerah pegunungan seperti Kabupaten Puncak.
Menurutnya, kendala utama terletak pada kondisi geografis yang hanya memungkinkan distribusi melalui jalur udara dengan pesawat berbadan kecil.
Mandenas menilai perlu adanya fleksibilitas dalam aturan teknis distribusi. Ia berencana menyampaikan hal tersebut kepada kantor pusat Bulog serta Badan Pangan Nasional agar kebijakan penyaluran bisa menyesuaikan kondisi wilayah pegunungan.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah untuk ikut mendukung, terutama dalam bentuk subsidi transportasi guna mempercepat distribusi beras dan minyak goreng ke masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya validitas data penerima bantuan agar penyaluran tepat sasaran. Saat ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
[Nabire.Net]


Leave a Reply