Ini Pernyataan Sikap IPMADO Sorong Soal Konflik di Dogiyai
Sorong, 3 April 2026 – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) se-Kota Studi Sorong mengeluarkan pernyataan sikap terkait situasi konflik dan kemanusiaan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, menyusul insiden penembakan terhadap warga sipil yang menewaskan enam orang dan melukai lima lainnya.
Dalam pernyataan resminya, IPMADO menilai situasi di Dogiyai telah memasuki kondisi darurat kemanusiaan dan mendesak aparat keamanan untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.
IPMADO menyatakan mengutuk keras tindakan represif aparat kepolisian terhadap warga sipil yang terjadi di Kabupaten Dogiyai. Mereka juga meminta Kapolres Dogiyai segera bertanggung jawab atas penembakan yang menimpa sejumlah warga sipil.
Beberapa nama korban yang disebut dalam pernyataan tersebut antara lain Angkian Edowai, Yosep Yobee, Siprianus Tibakoto, Esther Pigai, Feri Auwe, serta korban lainnya.
Selain itu, IPMADO mendesak agar Kapolres Dogiyai dicopot dari jabatannya karena dinilai melakukan tindakan penembakan tanpa prosedur yang jelas dan tanpa olah tempat kejadian perkara (TKP).
IPMADO juga meminta Kapolda Papua Tengah untuk menghentikan tindakan aparat yang dinilai melakukan penembakan tanpa prosedur terhadap warga sipil. Mereka menegaskan bahwa aparat keamanan memiliki tugas untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Lebih lanjut, IPMADO mendesak lembaga advokasi independen internasional untuk melakukan investigasi terhadap kasus yang mereka sebut sebagai “Dogiyai Berdarah”.
Selain itu, mereka menuntut agar pelaku penembakan segera diadili dan kasus tersebut diusut secara tuntas sesuai hukum yang berlaku.
Dalam pernyataan sikapnya, IPMADO juga meminta penghentian tindakan kekerasan dan militerisme terhadap warga sipil di Dogiyai.
Mereka turut mendesak Pemerintah Indonesia untuk menarik kembali personel militer dari Kabupaten Dogiyai serta mencabut seluruh pos militer yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Pernyataan sikap ini dikeluarkan oleh IPMADO sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi kemanusiaan di Kabupaten Dogiyai dan diharapkan dapat menjadi perhatian seluruh pihak yang berwenang.
[Nabire.Net/Jeri Degei]





Tinggalkan Komentar