Duh, Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Mimika, 2 Maret 2026 – Upaya penyelesaian konflik antar suku di Distrik Kapiraya terhambat setelah Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai dihadang warga Suku Kamoro saat hendak memasuki wilayah tersebut melalui jalur laut dari Timika, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.
Ketua Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, Ernes Kotouki, S.Ip, mengatakan timnya telah bergerak sesuai mandat resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk melakukan pendekatan damai kepada pihak yang bertikai.
“Kami berangkat pagi dari Timika dan tiba di Kapiraya sekitar pukul 09.00 WIT, namun langsung dihadang dan tidak diperbolehkan masuk,” ujar Kotouki.
Sebelumnya, tim harmonisasi telah menggelar deklarasi bersama di Timika yang dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Deiyai, Mimika, Dogiyai, serta perwakilan gubernur. Dalam pertemuan tersebut disepakati langkah bersama untuk mendatangi kedua kelompok yang bertikai, yakni Suku Mee dan Suku Kamoro, guna melakukan pendataan sekaligus meredam eskalasi konflik.
Namun upaya tersebut justru mendapat penolakan di lapangan. Kotouki menduga penghadangan terjadi akibat kurangnya koordinasi antara Tim Harmonisasi Kabupaten Mimika dengan masyarakat Kamoro di wilayah Lokpon.
“Ini membuat saya kesal. Apakah mereka ingin konflik ini berkepanjangan?” katanya.
Ia mengingatkan bahwa konflik yang berlarut berpotensi menimbulkan korban jiwa serta kerugian material. Selain itu, masyarakat berisiko mengalami kesulitan pangan akibat terputusnya akses distribusi.
“Jika dibiarkan, konflik ini bisa menelan korban jiwa dan masyarakat bisa kelaparan karena akses tertutup,” jelasnya.
Kotouki juga meminta aparat keamanan tetap bersikap netral dan memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat tanpa memihak kelompok tertentu.
“Kami datang sebagai tim resmi untuk memberikan pemahaman, tetapi justru dihadang bahkan dikejar dari belakang,” ungkapnya.
Tim Harmonisasi Deiyai berharap Tim Harmonisasi Kabupaten Mimika segera melakukan pendekatan kepada masyarakat Kamoro di Lokpon, Kampung Kilo 4, dan wilayah sekitarnya agar konflik Kapiraya tidak semakin meluas serta tidak menambah korban jiwa.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar