Bupati Deiyai Minta Maaf ke Warga Pekepa dan Demago atas Penundaan Pembangunan Listrik Desa 2025
Deiyai, 15 Desember 2025 – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kampung Pekepa, Distrik Tigi Timur, dan Kampung Demago, Distrik Tigi Barat, atas penundaan pembangunan jaringan listrik desa tahun anggaran 2025.
Permohonan maaf tersebut disampaikan menyusul adanya surat dari PLN UP2K Provinsi Papua Tengah tertanggal 10 Oktober 2025 yang ditujukan kepada Bupati Deiyai terkait penundaan pelaksanaan pembangunan listrik desa. Penundaan ini terjadi akibat kebijakan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kami mohon maaf kepada warga Kampung Pekepa dan Kampung Demago atas penundaan pembangunan listrik desa ini,” ujar Bupati Deiyai Melkianus Mote.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Deiyai bersama PT PLN (Persero) UP2K Papua Tengah telah menyepakati rencana pembangunan jaringan listrik desa di Kampung Pekepa dan Kampung Demago pada tahun anggaran 2025. Pembangunan tersebut direncanakan menggunakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian ESDM.
Namun, berdasarkan keputusan Kementerian ESDM, pelaksanaan pembangunan jaringan listrik pedesaan di Provinsi Papua Tengah untuk tahun 2025 ditunda dan dijadwalkan kembali pada tahun 2026.
Bupati Deiyai berharap penundaan ini tidak menghilangkan harapan masyarakat dan pembangunan listrik desa dapat direalisasikan pada tahun 2026. “Saya berharap dengan ditundanya pembangunan jaringan listrik ke tahun 2026, program ini dapat dilanjutkan agar masyarakat dapat menikmati penerangan,” harapnya.
Ia menegaskan, pembangunan listrik desa sangat penting bagi masyarakat pedesaan di wilayah terpencil yang hingga kini belum menikmati layanan penerangan. Kehadiran listrik diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan di berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Deiyai.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar