INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Kadukcapil Dogiyai Dukung Penuh Program Pendataan OAP Provinsi Papua Tengah

Kadukcapil Dogiyai Dukung Penuh Program Pendataan OAP Provinsi Papua Tengah

Nabire, 8 Desember 2025 – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dogiyai, Yoseph Koga, menyatakan dukungan penuh terhadap program percepatan pendataan Orang Asli Papua (OAP) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Disdukcapil Provinsi.

“Kami sangat mendukung, karena Dukcapil Provinsi adalah orang tua dari Dukcapil kabupaten. Program ini sangat membantu kami di daerah,” ujar Yoseph Koga kepada awak media usai pembukaan kegiatan pendataan OAP Senin, 8 Desember 2025.

Menurutnya, pendataan OAP di Kabupaten Dogiyai memiliki tantangan tersendiri mengingat kondisi geografis wilayah yang beragam, mulai dari daerah pesisir, pegunungan hingga lembah. Keterbatasan akses transportasi darat maupun udara menjadi kendala utama dalam menjangkau masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.

“Di daerah pegunungan, akses jalan dan pesawat sangat terbatas, sehingga proses pendataan sering kali menjadi sulit. Namun kami tetap menjalankan tugas ini apa adanya,” katanya.

Yoseph mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang terus merangkul Dukcapil kabupaten dengan menyiapkan berbagai kebutuhan teknis pendataan. Hal ini, menurutnya, sangat membantu kelancaran program di tingkat kabupaten.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pendataan tidak hanya soal transportasi, tetapi juga proses perekaman dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga (KK) hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Untuk mendapatkan KTP, masyarakat harus melengkapi banyak dokumen. Di lapangan juga masih ada stigma atau anggapan tertentu tentang KTP yang berkembang di masyarakat, sehingga perlu sosialisasi yang intensif,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dukcapil Dogiyai terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya dokumen kependudukan, baik untuk akses layanan kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan administratif lainnya.

“Kalau anak mau melanjutkan pendidikan atau berobat, KTP dan dokumen kependudukan sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Terkait jumlah penduduk, Yoseph Koga menyebutkan bahwa data bersih penduduk Kabupaten Dogiyai saat ini tercatat sekitar 117 ribu jiwa, sementara data kotor bisa mencapai lebih dari 220 ribu jiwa.

Ia mengakui bahwa pada awalnya minat masyarakat untuk melakukan perekaman KTP masih rendah. Namun seiring dengan gencarnya sosialisasi, kesadaran masyarakat kini mulai meningkat.

“Sekarang masyarakat sudah mulai peduli. Apalagi ke depan, menghadapi Pemilu 2029 atau 2030, semua warga harus memiliki KTP,” katanya.

Yoseph menegaskan, meski menghadapi berbagai keterbatasan, jajaran Dukcapil Dogiyai tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, bahkan hingga di luar jam kerja.

“Biar malam pun, selama masyarakat datang, kami tetap layani,” tegasnya.

Mengenai kendala teknis, ia menyebutkan bahwa gangguan jaringan relatif kecil. Tantangan utama lebih kepada pemadaman listrik serta perpindahan dan pembaruan aplikasi pendataan. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penggunaan generator diesel.

“Kami akan cari semua cara dan solusi, karena sebagai pimpinan kami harus memastikan semua proses perekaman dan pendataan ini bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.