INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Ketua MRP Papua Tengah Agus Anggaibak Buka Suara Soal Pemalangan Kantor, Ini Penjelasannya!

Ketua MRP Papua Tengah Agus Anggaibak Buka Suara Soal Pemalangan Kantor, Ini Penjelasannya!

(Ketua MRP-PT, Agustinus Anggaibak)

Nabire, 25 Juni 2025 – Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP PPT), Agus Anggaibak, akhirnya angkat bicara terkait aksi pemalangan kantor MRP Papua Tengah di Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, yang dilakukan oleh sejumlah anggota pada Rabu (25/6).

Dalam pernyataannya melalui sambungan telepon dari Timika kepada Nabire.net, Agus menegaskan bahwa aksi pemalangan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak berlandaskan fakta yang benar. Ia membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai pimpinan tidak pernah masuk kantor.

(Baca Juga : Kantor MRP-PT Dipalang, Tuntut Ketua dan Sekretaris Diganti)

“Saya sedang menjalani perawatan akibat malaria. Bukan karena saya lalai,” tegasnya.

Agus menduga, aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan sebagian anggota terhadap hasil pemilihan pimpinan MRP sebelumnya, yang menyisakan ketegangan internal. Namun, ia menyebut faktor utama pemicunya adalah persoalan pengembalian anggaran perjalanan dinas sebesar Rp8,7 juta per anggota, akibat kebijakan efisiensi nasional.

@nabirenetKantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah di Nabire dipalang buntut ketidakpuasan anggota terhadap kinerja pimpinan https://www.nabire.net/kantor-mrp-pt-dipalang-tuntut-ketua-dan-sekretaris-diganti/ https://www.nabire.net/mrp-papua-tengah-dipalang-anggotanya-sendiri-pokja-agama-ungkap-masalah-serius-di-tubuh-lembaga/ #nabire #papuatengah #MRPPapuaTengah #Nabire #PapuaTengah #DanaOtsus #BeritaPapua #MRPPalang #KrisisMRP #Papua #BeritaNabire #NabireNet♬ original sound – Nabirenet – Nabirenet

“Ini kebijakan nasional, bukan keputusan MRP. Tapi sebagian anggota merasa keberatan,” jelasnya.

Selain itu, Agus juga menyoroti keterlambatan pencairan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang menjadi tumpuan utama kegiatan MRP. Pencairan terhambat karena masih ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban.

“Kalau satu saja OPD belum lapor, seluruh pencairan anggaran tertahan. Jadi bukan hanya MRP, semua OPD terdampak,” ujarnya.

Agus mengajak seluruh anggota MRP Papua Tengah untuk kembali fokus pada tugas kelembagaan demi kepentingan masyarakat Papua Tengah dan tidak terjebak pada konflik internal.

[Nabire.Net/Imran]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Izak
    27 Juni, 2025 21:26 pada 21:26

    MRP PPT HANYA CARI KEPENTINGAN POLITIS PRAKTIS TDK URUSAN URUSAN ADAT DAN PRIBUMI

  • 2sipa
    26 Juni, 2025 12:33 pada 12:33

    MRP perlu ada Regulasi bagi anggota atau pimpinan yang masuk dalam Politikemgundurkan diri, kasus Agustus Anggaibak itu 👉 dia maju Gubernur tapi dibiarkan begitu saja, maka utang politik gadaikan Kepentingan MRP…

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.