Polisi Dalami Penemuan Mayat Laki-Laki di Bawah Jembatan Kali Harapan Nabire

Nabire, Kepolisian Resor Nabire sedang mendalami kasus penemuan mayat laki-laki di bawah Jembatan Kali Harapan, Nabire, Minggu (06/08/2023), sekira pukul 11.45 WIT.
Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Bertu Haridyka Eka Anwar, S.T.K., S.I.K, kepada Nabire.Net, Minggu petang (06/08/2023).
Dijelaskan Kasat Reskrim, identitas mayat yang ditemukan atas nama Nilos Kobogau berusia 24 tahun, warga Ugidimi, Distrik Bibida, kabupaten Paniai, dan saat ini berdomisili di Kampung Gerbang Sadu, Distrik Nabire Barat, kabupaten Nabire.
Berdasarkan kronologis kejadian, pada hari Minggu (06/08/2023) sekitar pukul 05.00 WIT, ketika saksi atas nama Pdt. Marsel Kabiai (47) sedang beribadah pagi dan baca doa, saksi dan istrinya mendengar adanya suara seperti barang jatuh dari arah jembatan yang kurang lebih berjarak sekitar 50 meter dari gereja.
Namun pada saat itu Saksi tidak menghiraukan suara tersebut dan tetap melanjutkan ibadahnya. Kemudian sekitar pukul 11.35 WIT, setelah Saksi selesai melakukan giat ibadah siang dan ketika para Jemaat keluar, mereka melihat sudah banyak masyarakat yang berada di sekitar jembatan sambil berteriak “ada orang meninggal”.
Selanjutnya Saksi pergi ke arah jembatan dan melihat dari atas jembatan dan terlihat seseorang yang sedang tergeletak di bawah jembatan. Tak lama kemudian aparat kepolisian datang ke TKP.
Pada saat ditemukan, korban dalam posisi tertidur miring sebelah kiri dengan menggunakan kaos berwarna cokelat dilapisi kemeja hitam motif kotak warna putih dan menggunakan celana pendek loreng warna abu-abu.
Pada pukul 12.00 WIT, setelah menerima laporan Piket Reskrim Regu III, Ur Identifikasi, dan piket fungsi tiba di TKP dan langsung melakukan pengamanan serta olah TKP.
Selanjutnya pada pukul 12.30 WIT, korban dibawa menuju kamar jenazah RSUD Nabire untuk dilakukan Visum untuk memastikan penyebab meninggalnya Korban.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 17.20 Wit situasi aman terkendali,
Berdasarkan hasil pemeriksaan visum oleh dokter di RSUD Nabire, kondisi jenazah sudah kaku, telinga dan hidung mengeluarkan darah, luka lecet pada tangan sebelah kiri dan punggung. Namun untuk hasil pemeriksaan detail, masih menunggu hasil visum secara tertulis.
Sementara barang bukti yang diamankan yaitu :
-
1 buah tas merek Escort warna hitam
-
1 buah kemeja kotak warna hitam
-
1 buah baju kaos warna coklat bertuliskan Huns
-
1 buah noken tali warna coklat
-
1 buah celana pendek kain warna abu abu
-
1 buah celana pendek loreng warna abu-abu
-
1 buah ikat pinggang warna coklat
-
1 buah jam tangan warna merah hitam
-
1 buah kain serbet warna putih biru
Pihak kepolisian kemudian mengambil langkah-langkah sebagai berikut :
-
Mendatangi TKP
-
Melakukan pemotretan terhadap Korban dan TKP
-
Membawa korban ke RSUD Nabire untuk di lakukan VER
-
Mengumpulkan BB korban yang ada di lokasi kejadian
-
Melakukan wawancara terhadap saksi yang berada di sekitar tempat kejadian
-
Mengarahkan pihak keluarga untuk membuat laporan Polisi
Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil visum tertulis dari pihak RSUD Nabire.
Telah dilakukan penyerahan jenasah kepada pihak keluarga yang diterima oleh saudara Aten Kobogau. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan tindakan autopsi dan telah dibuatkan berita acara penolakan autopsi yang ditanda tangani oleh pihak keluarga korban atas nama Aten Kobogau.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar