Devisi Regional (Devri) Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat telah menargetkan pembelian beras lokal di tahun 2013 sebanyak 30.000 ton, namun Devri Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat berusaha bisa mencapai pembelian beras untuk Merauke sendiri sebanyak target tersebut.
‘’Kami punya target pembelian beras lokal di Papua dan Papua Barat untuk 2013 ini sebanyak 30.000 ton. Tapi kami berusaha untuk Merauke saja bisa capai 30.000 ton,’’ kata Kepala Devri Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat, Ahmad Kastella, S.Sos di Merauke, Rabu (4/12) malam.
Mantan Kepala Bulog Merauke ini optimis, pengadaan 30.000 ton beras petani Merauke tersebut bisa tercapai. Sebab, hingga saat ini, pembelian sudah mencapai 27.000 ton sesuai dengan target.
‘’Sampai sekarang, beras petani Merauke yang sudah kita beli sudah mencapai 27.000 ton. Artinya untuk kantor kita di Merauke sudah capai target dan kita masih terus melakukan pembelian untuk capai 30.000 ton itu,’’ jelasnya.
Bahkan dengan pencapaian tersebut, beras Merauke tidak hanya mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Merauke tapi sudah dikirim ke sejumlah daerah di Papua termasuk ke Sorong. ‘’Tadinya kita berusaha bisa ke Manokwari, tapi biayanya ternyata cukup tinggi,’’ katanya.
Menurut Kastella, beras Merauke tersebut baik dari segi kualitas maupun rasa sangat bagus. Bahkan di Sorong, beras Merauke menjadi idola. ‘’Mereka kaget bahwa ternyata di Merauke ada beras,’’ katanya.
Ditanya pembelian beras lokal untuk daerah-daerah lainnya di Papua, Ahmad Kastella mengaku, untuk Manokwari pembelian beras dari daerah tersebut baru mencapai 800 ton, sedangkan dari Nabire 180 ton.
Diakui Kastella, kebutuhan beras di Papua dan Papua Barat dalam kurun waktu 1 tahun cukup tinggi. Untuk Raskin dan kebutuhan PNS, TNI-Polri totalnya mencapai 130.000 ton dan sebagian besar di suplay dari luar Papua.
‘’Kalau Merauke bisa suplay 30.000 ton, maka 100.000 ton lainnya kita datangkan dari luar,’’ jelasnya. Namun begitu, potensi pertanian di Merauke, termasuk Mappi dan Asmat sebenarnya jika dikelola dengan baik maka bisa mensuplay sebagian besar kebutuhan beras di Papua.
Tinggalkan Komentar