Bareng Kepala Dishut Papua Tengah dan Wabup Nabire, Dandim 1705/Nabire Pimpin Penanaman Mangrove di Boratei

Nabire, Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Doni Firmansah M. Han, melaksanakan kegiatan Puncak Penanaman Mangrove Nasional secara serentak oleh jajaran TNI di seluruh Indonesia, bertempat di Pantai Boratei Kampung Kimi, Distrik Teluk kimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (15/05/2023).
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kehutanan Papua Tengah, Yan Richard Pugu, mewakili Pj.Gubernur Papua Tengah, Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin, mewakili Bupati Nabire, Danyonif RK 753/AVT, Letkol Inf Justus Bernard Mara, S.Sos, Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, Dan Denzipur 12/OHH Nabire, Mayor CZI Heri Kisyanto, Dan Lanal Nabire, Mayor Laut Dominikus Tedju, Kasdim 1705/Nabire, Mayor Inf Al Mutaqin, S.A.P., M.M. Dan Subdenpom XVII/1-1 Nabire, Kapten CPM Siswanto), Danpos Pasgat Nabire, Letda Pas Totok Wahyudi.
Penanaman Mangrove Nasional secara serentak oleh jajaran TNI diseluruh Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan melalui daring. Akan tetapi untuk wilayah Indonesia Timur khususnya Nabire bisa mendahului dikarenakan kendala waktu.
Dalam amanatnya, Dandim 1705/Nabire Letkol Inf Doni Firmansah menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan YME pada sore hari ini, kita masih diberi kesehatan pada kegiatan yang sangat positif dalam rangka penanaman pohon Mangrove. Kegiatan ini merupakan kegiatan Nasional yang dilaksanakn secara serentak di seluruh indonesia yang memiliki pesisir pantai dari ujung barat indonesia sampai ujung timur indonesia yang memiliki pesisir pantai.
Harapannya penanaman manggrove yang dilaksanakan dengan jumlah 1.200 pohon yang di laksanakan secara bertahap yakni sebagai berikut :
-
Tahap l berjumlah 200 pohon Manggrove,
-
Tahap ll berjumlah 500 pohon Manggrove
-
Tahap lll berjumlah 300 pohon Manggrove
-
Tahap lV atau puncak penanaman pohon Manggrove berjumlah 200 pohon.
Harapannya hal ini akan berdampak positif bagi masyarakat dan juga dapat meningkatkan perekonomian serta menjadi mata pencaharian bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, juga sebagai penangkal abrasi.
“Dengan penanaman manggrove semoga dapat menimbulkan kesadaran kita secara keseluruhan tentang kepedulian akan lingkungan pesisir pantai,” ujar Dandim 1705/Nabire.
Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin, mengatakan, pesisir adalah wilayah yang sangat rentan terhadap terjadinya berbagai kerusakan dari air laut, sehingga wilayah tersebut perlu kita lindungi dan kita perlu ketahui bersama bahwa lingkungan pesisir banyak digunakan untuk pemukiman penduduk, sebagai tempat mata pencaharian penduduk serta sebagai tempat wisata.
Kerusakan yang memberikan dampak signifikan terhadap area pesisir pantai adalah abrasi pantai sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan yang salah satunya dengan membuat tanggul hidup berupa tanaman Mangrove.
Tanaman Mangrove memiliki manfaat dan peran yang positif bagi keberlangsungan lingkungan hidup yang berkepanjangan, selain itu sistem akar Mangrove yang rumit membuat hutan ini menarik bagi biota laut untuk mencari makanan dan berkembang biak.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Papua Tengah, Yan Richard Pugu menambahkan, Nabire memiliki luas hutan manggrove yang cukup luas. Dengan adanya program kegiatan seperti ini kita dapat bersinergi sama-sama dalam menjaga alam hutan manggrove yang ada di pesisir pantai.
“Kegiatan ini memberikan dampak yang positif juga mari sama sama kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih dan terjagah demi kelangsungan hidup generasi kita berikutnya,”, tandas Kadishut Papua Tengah.
[Nabire.Net]










Leave a Reply