350 Personil Polres Nabire & Jajarannya Siap Amankan Pilkada Dogiyai Tahun 2017
Kepolisian Resor Nabire menggelar kegiatan Apel Siaga sekaligus pengecekan personil pengamanan TPS dan pengamanan/pengawalan Logistik Pemilukada Dogiyai Tahun 2017, bertempat di lapangan Apel Mapolres Nabire, Kamis (09/02/17) pagi.
Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Thabaa SE memimpin langsung apel tersebut, dan dihadiri peserta apel sebanyak 350 personil yang tersebar pada 10 Distrik 79 kampung dan 292 TPS.
Kapolres Nabire dalam arahannya mengatakan, Pilkada Dogiyai Tahun 2017 menjadi atensi Bapak Presiden yang ditindak lanjuti oleh Bapak Kapolri karena potensi konflik dari proses tersebut cukup tinggi.
“Tahapan Pilkada Dogiyai sudah kita lewati dan kawal sampai saat ini dalam aman, untuk itu kita harus bisa amankan tahapan yang sisa ini dengan baik dan serius“, tegas Kapolres.
Hasil mapping daerah, untuk kategori daerah rawan Pilkada di Kabupaten Dogiyai terbagi dalam 3 kategori antara lain rawan 1, rawan 2 dan rawan khusus, yang menjadi perhatian bersama adalah kategori rawan khusus didalamnya ada ancaman geografis, tim sukses dan kelompok bersenjata. Personil yang melaksanakan pengamanan harus mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di TPS khususnya dari ancaman tim sukses maupun kelompok bersenjata.
”Personil yang didukung dengan anggaran dalam operasi mantap Praja Matoa 2017 hanya berjumlah 292 personil namun atas pertimbangan komando dinaikan sampai pada jumlah 350 personil yang jumlah tersebut sebagai penebalan dalam pengamanan terhadap personil yang melaksanakan pengamanan di TPS “, ujar AKBP Semmy
Tugas Polisi di TPS hanya sebagai petugas pengamanan tidak dibenarkan ikut terlibat dalam kegiatan pencoblosan di TPS apalagi ikut terlibat membagi-bagi suara di wilayah pengamanannya. Personil Polri yang pengamanan TPS harus mampu mengenal dan menggalang tokoh yang ada disekitar TPS tersebut dengan tujuan agar terjadi permasalahan tokoh – tokoh tersebut bisa ikut membantu dalam penyelesaian masalah tersebut.
Sambung Kapolres, Pengamanan akan ada penebalan dari personil Brimob dan personil Polres Nabire yang dibantu oleh perkuatan TNI yang disiagakan tidak jauh dari TPS yang dianggap rawan dari kelompok bersenjata. Tidak boleh ada keraguan dari personil yang melaksanakan pengamanan TPS, bertindak sesuai dengan dengan aturan namun tidak boleh gegabah dalam bertindak, ingat bahwa kita juga punya keluarga yang menantikan kita kembali kerumah dengan aman dan baik, ungkap Kapolres.
Penekanan saya terakhir dan penting untuk menjadi atensi adalah, personil yang melaksanakan pengamanan di TPS tidak boleh bersentuhan langsung dengan logistik Pilkada Dogiyai khususnya bersentuhan dengan from C1 KWK Plano Hologram.
Apalagi mengambil langsung dari KPPS karena itu akan menjadi senjata ampuh untuk menyerang Polri oleh tim sukses yang kalah dan kelompok lain berkepentingan dalam Pilkada Dogiyai, tugas kita adalah mengamankan KPPS yang memegang from tersebut sampai diserahkan kepada KPU Dogiyai kita hanya bisa mengambil dokumentasi untuk menjadi pegangan kita, tutup Kapolres Nabire.
(Humas Polres Nabire)
Tinggalkan Komentar