Yayasan Pelayanan Tuwapodita Paniai Buka Kursus Bahasa Inggris dan Komputer di Nabire
Nabire, 28 Februari 2026 – Yayasan Pelayanan Tuwapodita Paniai resmi membuka program kursus Bahasa Inggris dan Komputer sebagai langkah nyata membangun generasi muda yang unggul dalam iman serta siap menghadapi perkembangan teknologi global.
Kegiatan pembukaan berlangsung di Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (28/2/2026), dengan mengusung tema “Dipanggil untuk Menjadi Alat Tuhan Melalui Pendidikan dan Teknologi” serta sub-tema “Belajar Bahasa Inggris dan Teknologi sebagai Sarana Memberitakan Injil dan Membangun Generasi.”
Ibadah pembukaan dipimpin Ketua Yayasan, Pdt. Obet Obaipa, yang juga menyampaikan renungan firman Tuhan dari Roma 10:14.
Dalam khotbahnya ditegaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris dan teknologi bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi menjadi sarana pelayanan rohani untuk menjangkau dunia, termasuk wilayah-wilayah yang belum tersentuh pembangunan secara maksimal, sekaligus memberitakan Injil dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Kabupaten Paniai.
Program kursus ini memiliki tiga fokus utama, yakni meningkatkan keterampilan praktis generasi muda, menyiapkan kader penginjilan berwawasan global, serta mempersempit kesenjangan digital di wilayah Paniai, Papua Tengah.
Melalui program tersebut, yayasan berharap lahir generasi muda Paniai yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki karakter takut akan Tuhan, berintegritas, serta mampu menjadi terang dan garam bagi masyarakat.
Yayasan Pelayanan Tuwapodita Paniai meyakini bahwa perpaduan iman dan keterampilan digital akan membentuk sumber daya manusia Papua yang siap bersaing di era global tanpa kehilangan nilai-nilai rohani dan jati diri sebagai anak Papua.
Generasi inilah yang diharapkan mampu membawa perubahan positif, mempersempit kesenjangan digital, serta ikut membangun Kabupaten Paniai dan Provinsi Papua Tengah menuju masa depan yang lebih baik.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]


Leave a Reply