Warga Distrik Makimi Kunjungi Bank Sampah Di Ceme Bantul Yogyakarta

(Dok.K.R Jogja)

Warga yang juga aparat desa dari 3 Kampung yang ada di Distrik Makimi, melakukan kunjungan ke Yogyakarta untuk mempelajari pengelolaan Bank Sampah yang sudah diterapkan disana.

Ketiga warga tersebut masing-masing Parno, Kristiani dan Matius Gobay serta tokoh masyarakat lainnya. Rombongan melakukan kunjungan ke Bank Sampah Alam Lestari yang berada di Dusun Ceme, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, kabupaten Bantul.

Maksud dan tujuan kunjungan warga Distrik Makimi tersebut adalah untuk mempelajari penanganan dan pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Seperti dilansir Nabire.Net dari media Kedaulatan Rakyat Jogjakarta, rombongan diterima oleh Lurah Desa Srigading, Wahyu Widada SE, Carik Desa, Ign Dwi Krisdianto, Dukuh Ceme, Ngadiyo, Pembina Bank Sampah Alam Lestari, Mujiman, Direktur Bank Sampah, Slamet dan tokoh masyarakat lainnya.

Mujiman menjelaskan berdirinya Bank Sampah berawal dari keprihatinan beberapa orang yang melihat fenomena warga yang membuang sampah di pekarangan tetangga. Dari situlah muncul ide untuk mengelola sampah agar tidak merusak lingkungan. Bank Sampah Alam Lestari akhirnya terbentuk tahun 2016 yang bertugas menerima dan memilah sampah setiap dua minggu sekali mulai dari segala jenis plastik, kertas, kardus, botol plastik, kaleng dan kaca.

Bank Sampah Alam Lestari yang memiliki semboyan “memayu hayuning bawana” bukan bertujuan mencari untung (nonprofit) namun sebagai suatu badan yang terus mengupayakan kebersihan lingkungan. Seluruh pengurus tak ada yang mendapatkan gaji, semuanya rela berjuang demi bersihnya lingkungan.

“Perjuangan kami tak sia-sia, terbukti dengan apresasi yang diberikan pihak UGM berujud alat pengepres plastik. Dari Dinas Lingkungan Hidup juga memberi bantuan “Rumah Pilah”yang benar-benar sangat membantu untuk operasional kami”, imbuh Mujiman.

Matius Gobay mengatakan, dirinya bersama rombongan dari Nabire Papua sangat terkesan melihat masyarakat Ceme yang sudah berhasil mengelolah sampah menjadi berkah. Banyak kerajinan yang telah diperlihatkan dari aneka olahan sampah. Hai ini tentusaja menginspirasi dirinya bersama rombongan untuk dapat mengaplikasikan hal-hal yang telah diperoleh tentunya sesuai situasi dan kondisi di Nabire.

Konsultan dari lembaga Seboratu Sahabat Alam, Pipit, selaku pendamping rombongan dari Nabire menambahkan, kunjungan masyarakat Makimi Nabire tersebut untuk menambah wawasan, pengetahuan, ketrampilan untuk dapat diserap dan diimplemantasikan. Dipilihnya Bank Sampah Alam Lestari Ceme karena memiliki beberapa prestasi tingkat Kabupaten Bantul maupun tingkat DIY.

Lurah Desa Srigading Wahyu Widada, SE, Carik Desa Ign. Dwi Krisdianto, Ketua RT 07 Sutanto bersama masyarakat Ceme lainnya merasa gembira mendapat kunjungan rombongan, sebab dengan adanya kunjungan akan memacu warga untuk semakin giat menjaga bersihnya lingkungan, meningkatkan ketrampilan khususnya dalam pemanfaatan sampah agar dapat membawa manfaat dan berkah bagi warga.

Srigading terbuka menjalin kerjasama dengan daerah lain termasuk Papua, kita telah banyak menerima mahasiswa KKN dari Papua. Mereka rata-rata memiliki skill yang bagus pada olahraga sepakbola, sehingga hampir setiap KKN mahasiswa dari Papua memelopori mengadakan pelatihan dan pertandingan sepakbola,” tutup Wahyu.

[KRJog]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *