Situasi Di Deiyai Pasca Kericuhan Kembali Kondusif, Warga Yang Terluka Dievakuasi Ke Nabire

Kericuhan yang terjadi di kabupaten Deiyai, selasa sore, mengakibatkan 1 orang warga meninggal dunia, atas nama Yulianus Pigai. Sementara 3 warga lainnya mengalami luka-luka, dan saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Nabire.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal kepada media, ketiga korban yang sebelumnya dirawat di RSUD Madi Paniai dan RSUD Enarotali Paniai, sudah dievakuasi ke Nabire karena peralatan di RSUD Nabire lebih lengkap.

Kronologis Kejadian Versi Kepolisian

Sementara terkait kejadian ricuh selasa sore, Kombes Pol A.M Kamal menuturkan, kasus penembakan yang diduga dilakukan anggota brimob berawal saat masyarakat melakukan penyerangan kepada karyawan PT. Putra Dewa Paniai yang sedang melakukan pembangunan jembatan di kali Oneibo sehingga saat ini mereka sudah diungsikan.

Sebelum melakukan penyerangan ke camp, masyarakat sempat meminta tolong kepada karyawan camp untuk membawa warga yang tenggelam dikali namun ditolak dengan alasan takut disalahkan bila terjadi musibah.

Akibatnya sebelum tiba di rumah sakit korban meninggal sehingga warga mengamuk dan melakukan penyerangan terhadap karyawan.

Dia mengatakan anggota Brimob berupaya melerai namun makin anarkis dan menyerang dengan menggunakan panah dan parang serta batu.

Anggota memang mengeluarkan tembakan peringatan namun ternyata ada yang mengenai empat orang, satu diantaranya meninggal.

Kronologis Kejadian Versi Pastor Santo Pekege

Pastor Santo Tekege membantah bahwa penembakan terhadap warga menggunakan peluru karet seperti penjelasan pihak kepolisian. Menurutnya, polisi menggunakan peluru tajam.

Pastor Santo juga mengatakan jumlah korban bukan hanya 4 orang seperti yang dikatakan pihak kepolisian, tetapi ada 13 orang.

Berikut nama-nama korban dari catatan Pastor Santo Pekege:

1. Yulianus Pigai (28) meninggal akibat kena tembak di paha.
2. Delia Pekey (30) luka kaki kiri dan kanan, lengan kiri dan kanan serta dagu kanannya
3. Yohanes Pakage (35) luka di lutut kanan dan patah
4. Metty Pakage (8) luka di lengan kanan
5. Esebius Pakage (12) luka kena lengan kiri
6. Akubertus Mote (13) luka di paha kanan
7. Denias Pakage (12) luka di kiri punggung belakang.
8. Yunior Pakage (27) luka di kaki kiri
9. Preni Pigai (16) luka paha kiri dan kanan
10. Marinus Dogopia (23) luka di paha kiri

Sementara 3 orang dirawat di rumah keluarga yakni:

11. Damianus Pekey
12. Melkias Pakage
13. Amos Pakage

Terkait hal ini, Pastor Santo Pekege menuntut pertanggungjawaban Kapolda Papua atas peristiwa tersebut dan meminta agar semua anggota Brimob ditarik dari Deiyai.

Polda Papua bentuk Tim Investigasi

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar meminta dibentuk tim investigasi terkait kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Deiyai untuk menelusuri ada tidaknya SOP yang dilanggar personel di lapangan saat bertugas.

“Tim investigasi dipimpin Kabid Propam akan mengumpulkan fakta-fakta apa ada SOP yang dilanggar,” kata Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar.

Polisi Dialog Dengan Warga Deiyai

Rabu pagi tadi (2/8_ telah dilakukan dialog antara warga dengan Dansat Brimob Polda Papua, Kombes Mathius Fakhiri, didampingi Kapolres Paniai, AKBP Supriyagung di Mapolsek Tigi, Deiyai.

Dansat Brimob dan Kapolres Paniai melakukan dialog untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Saat ini situasi di Deiyai pasca kericuhan sudah mulai kondusif.

[Nabire.Net]

Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.