INFO NABIRE INFO PAPUA
Home » Blog » “Pokok Pikiran Amandemen UU Otsus Harus Murni Dari Rakyat Papua”

“Pokok Pikiran Amandemen UU Otsus Harus Murni Dari Rakyat Papua”

(Otopianus P Tebai, Calon Terpilih Anggota DPD-RI dari Papua)

Nabire – Tujuan Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Papua Barat adalah membangun Orang Asli Papua berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dimana masyarakat Papua sebagai insan ciptaan Tuhan dan bagian dari umat manusia yang beradab, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, nilai-nilai agama, demokrasi, hukum, dan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat hukum adat, serta memiliki hak untuk menikmati hasil pembangunan secara wajar.

Dalam amandemen atau perpanjangan Otsus perlu diperhatikan beberapa pokok persoalan seperti materi muatan undang-undang tersebut.

Dalam penyusunan UU Otsus saya sarankan, materi muatan tersebut harus lahir dari pokok pikiran orang asli papua yang tersebar dari 7 wilayah adat dan atau lahir berdasarkan musyawarah mufakat oleh rakyat papua. Karena apa, yang mau jalani undang undang tersebut adalah orang asli Papua itu sendiri.

Dalam penyusunan UU Otsus, tidak bisa disusun oleh kelompok orang tertentu di tingkat tertentu saja. Harus murni dari Rakyatnya. Tatib penyusunan UU harus beda dari biasanya.

Turunan dari Otsus itu harus ada Peraturan Pemerintah (PP) Lalu akan dilahirkan Perdasi dan Persus oleh Gubernur bersangkutan. Sampai tingkat Peraturan Kampung/Kelurahan, Agar alur aturan main jelas.

Saya melihat Undang Undang Otsus Nomor 21 Tahun 2001, itu turunan saja tidak ada maka implementasi pun tidak tercapai sampai saat ini. Jadi disini tidak ada yang salah selama ini entah gubernur atau bupati/walikota.

Pemerintah harus catat ini, Pemetaan Provinsi di Tanah Papua, Pemerintah harus disain ulang tata ruang berdasarkan 7 Wilayah Adat agar kesejahteraan merata di 7 wilayah adat. Di Tanah Papua harus ada 7 Provinsi. Tinggal menambah 5 Provinsi lagi.

Ada hal penting lainnya yang perlu diingat, pemerintah Indonesia perlu mencontoh sistem pendidikan yang diterapkan Belanda, saat menjajah dulu, untuk kembali diterapkan di Papua.

Pada saat itu orang Belanda mendidik Orang Asli Papua dengan cara Pelatihan/Kursus Massal di segala bidang, dan dikasih modal usaha. Karena apa ? Karena orang Papua harus jadi SDM yang handal untuk persaingan dunia pasar saat ini. Kami mau usaha dan bersaing di Tanah Kami sendiri.

*Penulis : Otopianus P Tebai, Calon Terpilih Anggota DPD-RI dari Papua

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.