Pemuda Katolik Intan Jaya Menolak Otsus Papua Jilid 2

Intan Jaya – Ketua sementara Pemuda Katolik Kabupaten Intan Jaya, Adolpius Sondegau S.S, menegaskan pihaknya menolak adanya otonomi khusus (otsus) Papua jilid 2.
Penolakan itu disampaikan Adolpius melalui pesan WhatsApp, senin 27 Juli 2020. Adolpis mengatakan bahwa Pemuda Katolik kabupaten Intan Jaya menolak adanya otsus didasarkan pada bukti selama ini bahwa otsus tidak mensejahterakan orang asli Papua.
Adolpius juga mengajak untuk melihat berbagai fakta kegagalan otsus dimana-mana di Papua, termasuk di kabupaten Intan Jaya sendiri.
Fakta-fakta yang ada itulah yang membuat warga Papua menolak otsus, termasuk Pemuda Katolik kabupaten Intan Jaya.
“Saya pikir Pemerintah Papua dan Papua Barat tidak perlu paksakan diri untuk menerima dana Otonomi Khusus. Selama ini Pemerintah Papua dan Papua Barat kerja tidak benar dan hasilnya sudah jelas ini, jadi jangan anggap diri sebagai pekerja yang benar, lalu mau menerima tawaran jilid II lagi,” ungkapnya.
Berkaitan dengan hal itu harus hati-hati, karena tanah Papua sedang melihat hati setiap orang, siapa yang bekerja benar dan siapa yang tidak bekerja dengan benar. Pasti semua ada konsekuensinya.
Ketua sementara Pemuda Katolik Intan Jaya itu melanjutkan bahwa Otsus itu sudah pernah diberikan pada tahun 2001. Lalu mengapa sekarang mau berikan lagi dengan nama Otsus Jilid II.
Sebelum tahun 2020 sudah berkembang desas-desus tentang Otonomi Plus. Ini penciptaan lahan kerja dan bisnis yang kotor oleh Pemerintah Papua bersama Pemerintah pusat RI. Hasil Otsus 2001 sudah dianggap gagal, karena tidak memihak orang asli Papua. Perkembangan dan pembangunan daerah tidak merata sampai ke pelosok Papua.
Ketua sementara yang sedang menjadi Guru honorer di SMP YPPK St. FRANSISKUS ASISI Bilogai Sugapa itu menambahkan bahwa apa yang diminta oleh rakyat Papua itu yang harus diberikan. Bukan memaksa mereka untuk mengikuti kemauan Pemerintah.
“Ingat, Pemerintah ada karena rakyat. Pemerintah tak akan ada jika tidak ada rakyat. Pemerintah sebaiknya berikan hak-hak rakyat itu. Jangan injak hak-hak mereka. Suara rakyat datang dari hati, maka tanggapinya juga harus dengan hati”.
“Saya mewakili teman-teman Pemuda Katolik Komisariat Cabang Intan Jaya menyatakan dengan tegas bahwa kami menolak Otsus Papua Jilid II. Pemerintah Papua dan Pemerintah Pusat sebaiknya cari solusi lain yang memihak nilai-nilai luhur seperti keadilan, kebenaran dan kejujuran sebagai jalan menuju keselamatan.
[Nabire.Net/Yeskiel Belau S.S.M.Fil]


Leave a Reply