Pemerhati Kesehatan Berharap Penutupan Akses Transportasi di Meepago Diperpanjang

(Covid-19)



Dogiyai – Covid-19 telah menjadi masalah kesehatan bagi dunia. Kasus ini diawali dengan informasi dari WHO tanggal 13 Desember 2019 bahwa ada kasus baru kluster peneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian yang terjadi di luar China.

Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan Covid-19 sebagai Public Health Emergency Of International Concern (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia.

Pada Tanggal 2 Maret 2020 Indonesia telah melaporkan ada 2 kasus Covid-19, dan pada tanggal 11 Maret 2020 WHO sudah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi.

Presiden Jokowi kemudian meminta setiap kepala daerah dari provinsi hingga kabupaten untuk membentuk Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, termasuk di Papua.

Di wilayah adat Meepago, setiap kabupaten juga memiliki Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19.

Selain itu, Tim ini didukung penuh oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Dukungan tersebut terlihat dari kesiapan dan koordinasi yang dilakukan oleh Asosiasi Bupati wilayah adat Meepago.

Langkah-langkah pencegahan pun diambil oleh Asosiasi ini, salah satunya dengan menutup akses transportasi baik transportasi udara, laut maupun darat. Hal ini dinilai berbagai pihak sebagai langkah yang cukup tepat, untuk memutus penyebaran Covid-19.

Semenjak ditutupnya akses transportasi, hingga hari ini tidak ada kasus baru yang dilaporkan di setiap kabupaten yang  berada di wilayah adat Meepago.

Namun dalam beberapa hari kedepan atau tanggal 4 Juni 2020, penutupan akses transportasi ini akan berakhir sesuai surat edaran yang ditetapkan Asosiasi Bupati wilayah adat Meepago.

Oleh karena itu, berbagai pihak berharap agar Asosiasi Bupati wilayah adat Meepago bisa memperpanjang penutupan akses transportasi tersebut.

Harapan itu disampaikan Isak Waine, S.KM, M,.Kes, yang merupakan pemerhati kesehatan di wilayah adat Meepago.

Menurut Isak Waine, dengan menutup akses transportasi untuk sementara waktu, tentu akan memutus penyebaran Covid-19 di wilayah Meepago.

Kata Isak, pemerintah di wilayah Meepago harus bijak dalam mengambil keputusan, mengingat kasus baru di Papua terus meningkat. Hingga hari ini saja jumlah total kasus positif di Papua mencapai 815 kasus, termasuk 63 kasus baru hari ini.

Beruntung kasus tersebut diluar wilayah Meepago. Oleh karena itu alangkah baiknya jika pemerintah di wilayah Meepago, memperpanjang penutupan transportasi di wilayah Meepago sementara waktu.

Jika Asosiasi Bupati Wilayah adat Meepago memperpanjang penutupan akses maka keputusan tersebut dinilai sebagai keputusan yang sangat tepat dan pro bagi keselamatan rakyat.

[Nabire.Net/Ones Yobee]

One Response to Pemerhati Kesehatan Berharap Penutupan Akses Transportasi di Meepago Diperpanjang

  1. Risal berkata:

    Mohon diperhatikan juga saudara kita
    yg domisili d wilayah meepago yg berada d luar papua. Mereka terjebak d sana, yg harus ngontrak n jauh dr keluarga mereka. Mungkin perlu ada perlakuan khusus buat mereka. Mohon dipertimbangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *