Pelayanan Cetak Dokumen Kependudukan Di Dukcapil Nabire Terganggu, Ini Penyebabnya

(Gangguan pengurusan dokumen kependudukan di Dukcapil Nabire)

Nabire – Warga Nabire mengeluhkan pelayanan pencetakan dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Nabire yang sampai saat ini masih belum bisa melayani warga.

Akibatnya, warga yang ingin mencetak KTP-El, KK, Akta Pencatatan Sipil, terpaksa harus menunggu hingga pelayanan bisa normal kembali.



Sementara saat ini Dinas Dukcapil Nabire hanya melayani Surat Keterangan Manual serta Pengesahan Dokumen Kependudukan saja.

Salah seorang warga Nabire, Olivia Tauran kepada Nabire.Net mengatakan,ia sudah 2 tahun di Nabire tapi E-KTP nya hingga saat ini belum jadi, dan ia selalu mendapat beragam alasan dari Dukcapil.

Sementara itu, Gidalthi, warga Nabire lainnya mengatakan, ia sudah 18 tahun tidak pernah bisa mengurus E-KTP dengan alasan bahwa blangko E-KTP selalu habis, atau komputernya masih diperbaiki, atau Kepala Dinas lagi keluar dan alasan lainnya.

Karena hal itu, Gidalthi bahkan mengaku enggan mengurus E-KTP lagi di Dukcapil Nabire.

Berkaitan dengan keresahan warga Nabire, Nabire.Net mencoba menelusuri persoalan tersebut.

Dari penelusuran Nabire.Net, gangguan pelayanan pencetakan dokumen kependudukan di Dukcapil Nabire, disebabkan beberapa hal diantaranya gangguan pada jaringan internet di Kantor Dukcapil Nabire serta konfigurasi aplikasi terbaru server Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Nabire.Net mendapat penjelasan tersebut dari salah seorang staf Dukcapil Nabire yang tak ingin disebutkan namanya, rabu (15/01).

Ia menjelaskan bahwa terblokirnya SIAK diakibatkan sedang ada konfigurasi dan perbaikan aplikasi, dan hal itu harus menunggu alat yang dikirim dari Jakarta.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa belum ada estimasi pasti kapan perbaikan akan selesai, karena selain menunggu alat, juga harus dipastikan file dan data yang harus disesuaikan antara Dukcapil Nabire dengan Pusat.

Ditambahkan bahwa hal itu juga berkaitan dengan akan diterapkannya tanda tangan berbasis elektronik (TTE) serta akan ada anjungan Dukcapil Mandiri.

“Belum ada perkiraan pasti dari Dukcapil Nabire karena harus diselesaikan dulu dengan pusat, apalagi akan ada penerapan tanda tangan elektronik. Nanti setelah server diinstal, harus dikonfigurasi setiap elemen data agar sama dan sesuai hingga pada hasil pencetakan dokumen Dukcapil, dan semua dokumen yang keluar memiliki legalitas hukum”, katanya.

Ketika diminta memprediksi kira-kira berapa lama perbaikan akan dilaksanakan, ia menjawab bahwa hal itu belum bisa dipastikan, namun jika diperkirakan, bisa sekitar 1 bulan.

Ia juga menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi pada Server Dukcapil Nabire tidak ada kaitannya dengan Pilkada Nabire 2020. Semua murni karena server harus diupgrade.

Sementara itu, Nabire.Net belum bisa menghubungi Plt. Kepala Dinas Dukcapil Nabire, Yeremias Mote, SSTP, karena belum mendapat nomor kontak yang bersangkutan.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *