Seharusnya memberi contoh dan menjadi pengayom bagi masyarakatnya, tetapi justru membuat onar dan merugikan masyarakat. Hal ini dilakukan Anselmus Petrus Youw yang notabene mantan Bupati Nabire, yang beserta pendukungnya memalang perumahan Satpol PP Jayanti Wadio, karena mendapat suara minim di wilayah tersebut.
Menurut Panitia Pengawas Pemilu Distrik Nabire, Micky, AP Youw bersama pengikutnya memalang akses jalan keluar di perumahan Satpol PP Jayanti Wadio Nabire.
Anselmus Petrus Youw yang juga mantan bupati Nabire itu merasa kecewa karena tanahnya yang digunakan untuk pembangunan perumahan pegawai, namun warga setempat tidak menyalurkan hak politiknya untuk dia.
“Anselmus menuntut pegawai yang tinggal di kompleks itu harus bertanggung jawab karena tinggal di atas tanah miliknya,” ujar Micky.
Hal yang sama dilakukan Tokoh adat sekaligus Tokoh masyarakat di Distrik Uwapa Piter Madai. Tidak terima anggota keluarganya tidak mendapat suara, mereka melakukan pengrusakan dan penganiayaan kepada anggota KPPS setempat Syaiful Bahri, sehingga korban mengalami luka fisik dan psikis, serta saat ini sedang dirawat di RSUD Siriwini Nabire.
Apapun alasannya, apa yang sudah dilakukan AP Youw dan Piter Madai cs, adalah hal yang tidak benar. Suara rakyat tidak bisa dipaksakan dan diintimidasi dengan harta maupun hal-hal lain, apalagi dipelintir dengan aksi kekerasan dan penganiayaan. Seharusnya tiap Calon Anggota Legislatif lebih dewasa menyingkapi segala hal yang mungkin terjadi pasca Pemilihan Umum, dan bukan merugikan kepentingan umum.
Bercerminlah terhadap diri sendiri sebelum memimpin orang banyak.
Leave a Reply