Otsus Jilid 2 Tidak Akan Menyelesaikan Masalah Papua

(Rio Gobai)

Nabire – Kekerasan masih terus terjadi kepada rakyat Papua, kekerasan tersebut menghancurkan karakter dan kepribadian orang asli Papua demi mempermudah eksploitasi sumber daya alam di Papua.

Selain itu, otonomi khusus di Papua selama ini tidak mendatangkan kesejahteraan, tetapi justru rakyat semakin menderita.

Kekerasan yang terjadi di Papua juga tak lepas dari penggunaan senjata yang mengakibatkan jatuhnya korban dari rakyat Papua.

Terakhir, kasus kekerasan akibat penolakan otsus jilid 2 oleh mahasiswa Universitas Cenderawasih sangat disayangkan. Otsus jilid 2 hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Papua, yang kaya akan semakin diperkaya, yang miskin akan semakin menderita.

Mereka yang haus kekuasaan dan harta tidak akan pernah peduli akan rakyatnya dan mementingkan hawa nafsunya.

Jika memang aspirasi dan kepentingan rakyat kecil di Papua tak pernah diperhatikan dan dipedulikan lagi, berikanlah kesempatan bagi rakyat Papua untuk menentukan nasibnya apakah masih harus terus hidup bersama bangsa Indonesia ataukah memisahkan diri dari negara ini.

Papua bukan tanah kosong sehingga bisa dieksploitasi dan dikeruk demi kepentingan sendiri. Papua juga punya rakyat sendiri yang tunduk kepada adat yang selalu diinjak-injak dan tidak dihargai oleh pemerintah.

Sebelum negara mengakui keberadaan masyarakat adat papua, selama itulah rakyat Papua akan terus berjuang menentukan nasibnya sendiri.

Tanah Papua bukan tanah kosong melainkan masyarakat Papua tidak pernah mengalami kondisi yang aman dan damai. Solusi Papua yang aman dan damai hanyalah hidup sendiri dan terpisah dari negara ini.

*Penulis, Rio Gobai

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *