INFO NABIRE
Home » Blog » OMK Paroki Santo Yosep Nabire Barat Latihan Jalan Salib

OMK Paroki Santo Yosep Nabire Barat Latihan Jalan Salib

(OMK Paroki Santo Yosep Nabire Barat Latihan Jalan Salib)

Nabire – Dalam rangka menyongsong Hari Paskah 2020, Orang Muda Katolik Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Nabire Barat, melaksanakan latihan jalan salib di lapangan sepakbola SP1, Distrik Nabire Barat, senin (23/03).

Seperti disampaikan oleh Ketua OMK Gereja Katolik Santo Yosep, Anber Badii, kepada media ini. Dijelaskannya, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para peserta menghadapi Jumat Agung sebelum perayaan paskah yang salah satunya ditandai dengan jalan salib.

Melalui jalan salib ini, umat diminta untuk merenungkan kembali penderitaan Yesus Kristus yang rela memikul salibNYA hingga mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.

“Di dalam tradisi umat Katolik pada setiap perayaan Jumat Agung dilakukan prosesi jalan salib untuk mengenang kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus di salib yang akhirnya bangkit dari kubur dan diperingati sebagai perayaan Paskah”, tutur Badii.

Lanjutnya, prosesi ini melewati 14 perhentian, dimana perhentian terakhir (perhentian ke-14) mengisahkan Yesus yang dimakamkan setelah diturunkan dari kayu salib. Dalam setiap perhentian, pemuda tampak begitu khusyuk mengikutinya.

Seusai kegiatan latihan jalan salib, Badii mengatakan jalan salib mengajarkan kepada umat Khususnya anak-anak Muda di OMK Paroki St. Yosep Nabire Barat bahwa Yesus memberikan teladan hidup yang setia.

“Yesus setia menyerahkan dirinya sebagai utusan Tuhan sebagai penebus yang menebus umatnya. Derita, sengsara, dan wafatnya di salib, diterimanya dengan ikhlas dengan ketulusan hati. Semoga teladan Yesus juga menjadi teladan umat Katolik atau umat lain yang menyaksikan peristiwa ini. Peristiwa ini merupakan bukti kesetiaan dan mendorong anak-anak muda agar kembali ke jalan yang benar ,dimana Tuhan sendiri mau kehilangan nyawa diatas kayu salib yang hina”, imbuhnya.

Dikatakan, kebenaran akan membawa hidup, karena kebenaran itu memberikan arti hidup bagi siapa saja.

“Kebenaran itu memiliki nilai universal. Untuk itu, marilah anak-anak muda kita semua yang hidup di dunia ini menghayati kebenaran itu,” pungkas Anber Badii.

[Nabire.Net/Theo Iyai]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.