Menteri Yohana Yembise, Tiba Di Nabire Dengan KM Gunung Dempo Jumat Sore Kemarin
Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa, memimpin penjemputan dan pengawalan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof DR Yohana Yembise MA beserta rombongan yang datang ke Nabire dengan menggunakan Kapal KM Gunung Dempo, jumat sore tadi (08/07), pukul 15.00 wit. Penjemputan dilaksanakan di Pelabuhan Laut Teluk Kimi Distrik Teluk Kimi Kabupaten. Nabire.
Kedatangan rombongan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, disambut pula oleh Wakil Bupati Kabupaten Nabire Amirullah Hasyim S.IP, MM, Dandim 1705 Paniai Letkol Inf Yulian Iskandar S. IP, Danyonif 753 Raider Nabire Letkol Inf. Windarto, Assisten I Setda Kabupaten Nabire I Wayan Mintaya, Assisten III Setda Kabupaten Nabire Piter Erari SE, M. Si serta Kepala Lapas Klas II B Nabire Yosep Yembise SH, M. Hum.




noerhayati
Selain itu, jumlah penumpang melebihi jumlah tempat tidur yang ada sehingga banyak sekali penumpang yang tidur di lantai, di tangga, di depan kamar mandi, bahkan di dek paling atas tanpa atap pelindung dari panas dan hujan. Kalau waktu perjalanannya hanya beberapa jam mungkin tidak terlalu masalah, tapi perjalanan kami memakan waktu berhari+hari. Sangat tidak manusiawi. Banyak di atara meteka orang tua dan anak-anak/bayi.
noerhayati
Pada tgl 25 juni 2016 saya naik km gunung dempo dari nabire menuju sirabaya. Saya sudah membeli tiket di kantor pelni 4 hari sebelumnya. Tapi begitu saya sdh di atas kapal, saya heran karena tempat tidur di atas kapal itu ternyata “dijual” seharga 250000/tempat oleh oknum-oknum sipil (pedagang-pedagang di atas kapal). Dan tampaknya tindakan mereka pun disetujui oleh para awak kapal (sekongkol). Oknum-oknum ini turun di makasar. Sepertinya mereka “menguasai” kapal dari makasar-jayapura sampai kembali dari jayapura-makasar. Mereka berdagang tapi mempunyai pekerjaan sampingan menjual tempat tidur kepada para penumpang. Apakah kami para penumpang memang harus membayar lebih untuk tempat tidurnya?