Lesu Akibat Covid-19, Pengusaha Pariwisata di Nabire Minta Pemerintah Beri Stimulus

(Suriedi saat bersama wisatawan yang berkunjung ke Nabire)



Nabire – Sejak 26 Maret lalu, Bupati Nabire telah memberlakukan kebijakan pembatasan akses keluar masuk Nabire baik penerbangan komersil, pelayaran komersil maupun carteran pesawat, selain juga pembatasan jual beli.

Tentu hal itu akan cukup berdampak bagi perekonomian warga serta dunia pariwisata yang ada di kabupaten Nabire. Hal itulah yang dirasakan salah seorang Tour Guide dari Nabire, Suriedi Butar Butar.

“Gambaran situasi saat ini tentang kondisi pariwisata, kunjungan turis di Nabire tidak ada sama sekali. Dan sangat berdampak pada dunia pariwisata di Nabire. Saya secara pribadi sebagai tour guide dan usaha di bidang Tiketing Tour & Travel sudah menutup kantor di Kalibobo semenjak wabah Covid-19 meluas”, katanya.

Lanjutnya, ia terpaksa hanya bisa berdiam diri di rumah saja, mengingat dunia usaha yang ia geluti memang sama sekali tidak ada pengunjung.

Dikatakan, sejumlah rencana kunjungan wisata dari luar negeri seperti Jerman dan Prancis yang ingin berkunjung ke Nabire di bulan April ini terpaksa dicancel karena wabah ini.

Oleh karena itu, Suriedi berharap pemerintah kabupaten Nabire bisa memberi stimulus bagi para pelaku usaha kecil di bidang pariwisata seperti dirinya.

Salah satu yang diharapkan bisa dilakukan pemerintah yaitu dengan menangguhkan pajak dan kredit perbankan sebagai bentuk kompensasi dari pemerintah.

Selain itu, Suriedi juga meminta agar pemkab Nabire bisa melakukan penyemprotan disinfektan di homestay dan tempat-tempat wisata yang ada di Nabire, dan tak lupa membagikan masker dan hand sanitizer.

[Nabire.Net/Hari Suroto]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *