Legislator Papua Sayangkan Tindakan Rasisme Kepada Mahasiswa Papua Di Jawa

Menanggapi kejadian pengepungan terhadap mahasiswa Papua di sejumlah kota seperti Malang, Surabaya dan Yogya, saat sedang berdiskusi, legislator Papua, John NR Gobai, menyayangkan hal tersebut.

Kepada Nabire.Net, John Gobai punya pendapat sendiri bahwa diskusi yang dilaksanakan mahasiswa Papua di beberapa kota tersebut hanya sekedar untuk melatih intelektual mereka agar dapat berpikir rasional. Menurut John, mahasiswa tidak mungkin mempunyai kekuatan super power untuk memerdekakan Papua lewat diskusi yang mereka gelar.

“Mereka hanya anak-anak sekolah yang tak mungkin punya kekuatan super power untuk memerdekakan Papua dengan diskusi yang digelar, jadi jangan semua kegiatan mereka dipolitisir”, tuturnya.

John berharap agar warga di Jawa bisa menghentikan sikap diskriminatif kepada mahasiswa Papua yang bersekolah di Jawa.

“Selama ini Papua sangat memperhatikan warga pendatang (transmigran) sejak tahun 1960, mereka datang sebagai transmigran dengan program pemerintah dengan mencaplok tanah adat kami, kami tak pernah mengusir mereka walau kadang kami lihat ada oknum-oknum dari mereka yang bersikap aneh. Sebagai anak bangsa kita harus menyingkapi hal ini dengan bijak, jika mereka rese, mungkin karena mereka anak muda”, papar John.

John justru berharap agar pemimpin di Jawa seperti Gubernur bisa mengayomi dan merangkul mereka, menjadi orang tua angkat bagi mereka, sama seperti yang biasa dibuat oleh para Gubernur di Papua.

“Saya minta agar Gubernur Papua dan Pimpinan DPR Papua untuk memanggil paguyuban Jawa yang ada di Papua serta pemerintah di Jawa, untuk meminta mereka agar tidak lagi melakukan tindakan rasis seperti ini, karena ini melanggara HAM sesuai UU Nomor 39 tahun 1999”, imbuh John.

John berharap agar semua itu bisa disikapi bersama demi menjaga keharmonisan.

“Warga pendatang khususnya dari Jawa yang ada di Papua seharusnya bisa menyampaikan kepada masyarakat mereka di Jawa bahwa mereka hidup enak di Papua dan kami tak mau menyusahkan mereka di Papua”, katanya lagi.

John berharap persoalan ini tidak membuat ketersinggungan warga Papua sehingga bisa membuat warga pendatang tidak nyaman di Papua.

“Saya berharap agar warga di Jawa tidak melakukan hal yang tidak manusiawi dan rasis kepada adik-adik mahasiswa atau pelajar yang sedang menuntut ilmu di Jawa, dan saya juga minta agar Presiden RI untuk memperhatikan persoalan rasis dan diskriminatif tersebut, karena kami bukan binatan yang selalu dikerja dan diintai oleh kelompok dan aparat di Jawa”, tutup John.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *