Kisah Amos Yeninar Yang Berjuang Bagi Anak-Anak Papua Di Nabire Melalui Rumah Singgah

Rumah Singgah Pemulihan Generasi Emas Papua. Nama tersebut dipilih Amos Yeninar untuk rumah singgah yang ia kelola di Nabire saat ini.

Kepada kami, Amos Yeninar banyak bercerita tentang rumah singgah serta anak-anak yang ia bina, sejak Maret 2018 lalu hingga saat ini.

Rumah Singgah yang dikelola Amos, saat ini membina 50 anak asli Papua, namun tidak semuanya aktif. Hanya berkisar 30an anak yang aktif.

“Data kami, ada 50 anak yang kami bina, namun dari 50 tersebut hany 30 yang aktif. Namun mereka tidak tinggal di rumah singgah ini”, kata Amos.

Dijelaskan Amos, usia anak binaan di rumah singgah pemulihan generasi emas papua mulai dari 7 hingga 17 tahun.

“Tempat yang kami gunakan saat ini merupakan bantuan sementara dari Ibu Bupati Nabire, berada di sebelah aula Gedung Dharma Wanita, jalan Yos Sudarso (depan SPBU Oyehe), Nabire. Saat saya diundang Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan sebagai inspirator, saat itu ada Ibu Bupati, jadi beliau serahkan bangunan itu untuk sementara kami gunakan”, kata Amos.

Amos menuturkan, hingga saat ini belum ada bantuan dan perhatian serius dari pihak pemerintah dan swasta. Baru sebatas pemberian sembako dan makanan kepada anak-anak yang ia bina, seperti baru-baru ini dilakukan oleh LPP RRI Nabire.

“Sebenarnya ada lembaga milik teman saya yang bersedia membantu kami dengan menyarankan menggunakan badan hukumnnya agar kami bisa mengirim proposal bantuan kerjasama. Namun hingga saat ini belum ada jalan keluar sehingga teman saya mundur karena faktor pembiayaan”, beber Amos.

Ketika ditanyakan darimana saja anak-anak yang dibina oleh Amos berasal ? Amos menjawab dia menjangkau anak-anak tersebut di terminal, di jalanan, di pasar, di Taman Gizi dan berbagai tempat di Nabire.

Namun Amos menjelaskan bahwa anak-anak tersebut sebagian sudah tidak aktif bersekolah. Bahkan ada yang sudah kembali terikat dengan rokok dan lem. Amos mengakui masih cukup kesulitan melakukan pendampingan kepada anak-anak tersebut.

Pembinaan yang diberikan hingga saat ini masih sebatas pembinaan rohani, baca, tulis dan berhitung. Selebihnya belum bisa ia lakukan karena masih belum memiliki dana dan bantuan.

Amos sendiri pernah menyurati Menteri Yohana Yembise untuk membantu rumah singgah yang ia kelola, Juli lalu. namun hingga saat ini masih belum ada jawaban dari Ibu Menteri.

Karena kepeduliannya terhadap anak-anak Papua di Nabire, Amos cuma bisa berharap agar anak-anak Papua yang ia bina bisa mendapat perhatian dari berbagai pihak yang peduli, baik dari pemerintah maupun swasta. Semua demi masa depan mereka. Semua demi masa depan Papua.

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.