John Gobay : Perlu Adanya PERDASI Untuk Perlindungan & Pengembangan Pangan Lokal Di Papua

Hingga saat ini, pengembangan Pangan Lokal belum dilakukan secara baik oleh pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah, serta mewujudkan masyarakat yang mandiri, terlebih khusus di Provinsi Papua.

Demikian penuturan anggota DPR Provinsi Papua perwakilan masyarakat adat, John NR Gobay, saat berdiskusi di Pasar Mama-Mama Papua, selasa 11 September 2018.

John mengatakan, untuk mengembangkan pangan lokal, perlu dibuat Peraturan Daerah Provinsi (PERDASI) tentang perlindungan dan pengembangan pangan lokal dan pedagang masyarakat adat Papua.

Dijelaskan John, guna mewujudkan hal tersebut perlu diterapkan sejumlah strategi yang dapat dilakukan, antara lain :

1. Penyuluhan & Pendampingan
Dalam rangka pengembangan pangan lokal dapat dilakukan dengan memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada petani oleh penyuluh pertanian, agar terjadi peningkatan kapasitas petani dan nelayan. Kepada pengusaha lokal yang melakukan pengolahan hasil pangan lokal melalui home industry untuk membuat produk produk olahan dengan bahan dasar dari pangan lokal seperti; Sagu, ubi, keladi, ikan menjadi makanan ringan dalam kemasan-kemasan.

2. Kemitraan Usaha
Pengembangan pangan lokal juga belum dapat dilakukan baik karena belum adanya mitra usaha, yang fokus menjadi mitra dari petani dan nelayan, baik itu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Masyarakat Adat atau Badan Usaha Milik Negara atau Swasta. Kemitraan usaha yang dimaksudkan adalah dalam rangka menampung hasil pangan lokal dan juga pangan olahan yang akan dijual agar petani tidak lagi harus berfikir tentang belum pasar tetapi telah ada yang menampung pangan lokal mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan Pemrintah menetapkan BUMD atau SOLPAP sebagai mitra.

3. Sarana Transportasi
Petani dan nelayan dalalam pengembangan pangan lokal juga mengalami permasalahan yaitu sarana tranportasi dari kampung ke kota atau tempat tempat penampungan yang belum ada membuat masyarakat harus mencari jalan sendiri, dengan menyewa truk, menunggu lama dijalan untuk mengangkut hasil bumi ke kota.

4. Pasar
Belum adanya pasar yang memungkinkan komoditi pangan lokal dan pangan olahan dari pangan lokal dapat dibeli dan ditampung kemudian dijual atau terjual menjadi sebuah permasalahan yang dihadapi oleh petani dan nelayan serta pembudidaya, pasar dalam hal ini bukan berarti bangunan dalam bentuk fisik tetapi pasar yang dimana ada pihak yang siap membeli menampung pangan lokal dan pangan olahan, sehingga petani dan pedagang tidak berlama-lama duduk dipasar atau berjualan dipinggir jalan.

5. Gudang Penampungan
Belum adanya penampungan pangan lokal dan pangan olahan adalah salahsatu permasalahan yang dihadapi oleh petani dan nelayan agar pangan lokal tetap segar. Pasar mama mama papua di kota jayapura dapat dijadikan sebagai tempat menjual bgi petani dan pedagang papua yang menampung adalah BUMD atau SOLPAP.

6. Pendidikan dan Pelatihan
Dalam pengembangan pangan lokal permasalahan yang lain adalah belum adanya pendidikan dan pelatihan bagi petani dan nelayan dalam melakukan pengembangan pangan lokal,menjadi produk-produk olahan seperti; keripik, ikan asap, abon,dll

7. Penyediaan fasilitas pembiayaan dan permodalan.
Persoalan petani dan pengolah pangan lokal, nelayan dan pembudidaya yang lain adalah modal yang terbatas, dan juga belum adanya keikutsertaan badan usaha swasta dengan memberikan sebagian keuntungannya untuk memberikan bantuan modal kepada mereka sebagai tanggung jawab perusahaan tersebut kepada masyarakat.

8. Lumbung Pangan Lokal
Dalam rangka budidaya pangan lokal maka masyarakat diwajibkan masing2 keluarga dan kampung mempunyai lumbung pangan lokal yang ditanami sayuran, buah buahan.

9. Kepastian Usaha
Dalam rangka kepastian usaha pemerintah wajib membtasi raskin dan ijin sawit serta pemerintah wajib menentukan harga yg menguntungkan masyarakat.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *