News & Info
Home » Blog » Jelang Peringatan Setengah Abad Integrasi Papua ke NKRI

Jelang Peringatan Setengah Abad Integrasi Papua ke NKRI

Peringatan 1 Mei, hari kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI  tidak saja sebagai kilas perjalanan sejarah yang panjang dan berliku,  tapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap eksistensi sejarah itu sendiri.

Momentum 1 Mei pada tahun ini akan dilaksanakan secara seremonial, dimana akan dipusatkan di Sorong, Papua Barat. Meski begitu, pihak-pihak yang masih berseberangan pun siap melakukan aksi pada momen tersebut.

Menyikapi situasi tersebut Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Christian Zebua angkat suara. Kata Pangdam biasanya dari tahun ke tahun dirayakan secara besar-besaran oleh TNI dibantu dengan pemerintah daerah setempat.

Ditanya wartawan selepas bertatap muda dengan Komisi I DPR RI, Selasa (22/4) kemarin, di Sasana Karya, Kantor Gubernur Papua, Christian Zebua katakan, perayaan 1 Mei di Sorong ini akan dilakukan oleh Gubernur Papua Barat beserta perangkatnya dibantu oleh jajaran TNI.

Menjawab pihak-pihak yang nantinya mengganggu perayaan 1 Mei. Pangdam secara tegas katakan, kalau ada gangguan terhadap masyarakat, TNI bersama Polri siap merespon secara tegas dan keras.

“Tapi kalau dia ganggu, saya pasti respon dengan keras dan tegas bersama-sama Polisi,” kata Pangdam.

Zebua katakan, dirinya tidak akan biarkan rakyat terganggu atau prajuritnya terganggu. Itu sudah pasti. Karenanya komunikasi terus dibangun dengan pihak-pihak yang berseberangan

“Makanya sekarang saya mencoba komunikasi, janganlah antar saudara, kalau memang ada beda paham silahkan. Silahkanlah beda paham, asal janganlah harus saling membunuh, begitu,” pintanya.

“Tapi tidak dengan bersenjata, kalau bersenjata pasti saya hantam, pasti akan saya tumpas,” tegas Christian Zebua sekali lagi.

Ditanya dari kelompok mana saja, kata Pangdam, “Wah di Koran itu lebih banyak, jawab Pangdam santai tapi serius.”

Terkait pertemuan bersama Komisi I DPR RI, Pangdam menyampaikan, biarlah lewat para anggota DPR RI, bisa tahu sesungguhnya bahwa kondisi sebenarnya yang terjadi di Papua, tapi kadang-kadang yang disuarakan di Jakarta berbeda.

“Masyarakat kita nggak ada kok, yang menyatakan bahwa mereka ingin merdeka dan sebagainya,” kata Pangdam semabil menambahkan Itu hanya segelintir elit-elit tertentu saja.

Kata Pangdam masyarakat ingin supaya kesejahteraannya meningkat. Hal itu kata Pangdam bisa berkaca pada saat 11 Menteri berkunjung ke Jayapura beberapa waktu lalu.

Di mana kekuatiran akan terjadi aksi atau tuntutan saat kunjungan Menteri, kenyataan sama sekali tidak ada apa-apa. Yang mereka sampaikan bagaimana masyarakat Papua bisa maju dan sejahtera.

“Saat 11 Menteri datang, baik tokoh adat, tokoh agama, para bupati, tidak ada satupun yang berbicara soal ideologi, semua berbicara soal bagaimana masyarakat bisa sejahtera,” beber Pangdam.

Sebab itu Pangdam berpesan sekaligus mengajak seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan di seluruh pelosok tanah Papua, bersama-sama membangun kebersamaan, menjaga suasana keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Bagaimana Papua maju, masyarakat Papua bisa hidup sejahtera ke depan, itu yang diperlukan saat ini,” demikian Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua.

Sementara Polda Papua menyikapi 1 Mei mengatakan, hanya melakukan kegiatan biasa saja berupa, kegiatan preventif, pendekatan kepada semua pihak melalui patroli dan kegiatan mengantisipasi wilayah.

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. Tito Karnavian, MA kepada wartawan, Senin (22/4) mengungkapkan, di jelang 1 Mei mendatang, jajaran Polda Papua hanya mengintensifkan kegiatan biasa saja namun juga didukung dengan pengamanan wilayah, seperti di Jayapura Kota, Kabupaten Jayapura, Puncak Jaya, Puncak, Lanny Jaya, Timika , Wamena dan Manokwari.

Untuk status Papua, Kapolda hanya menetapkan biasa saja, tidak ada siaga-siaga. Namun dilakukan kegiatan rutin berupa patroli tetapi ada intensitas peningkatan kegiatan kepolisian berkoordinasi dengan Kodam, dan juga tokoh-tokoh masyarakat dan adat serta tokoh agama.

“ Peringatan 1 Mei mendatang yang akan dilangsungkan di Kabupaten Sorong dengan melakukan pengamanan bersama pihak TNI ,” tukasnya.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.