INFO PAPUA
Home » Blog » Jangan Lupa Malam Ini Ada Gerhana Bulan Dan Bisa Disaksikan Di Papua

Jangan Lupa Malam Ini Ada Gerhana Bulan Dan Bisa Disaksikan Di Papua

Indonesia akan dilintasi oleh Gerhana Bulan Parsial pada Selasa, 8 Agustus 2017, pukul 02.22 WIB, 01.22 WITA dan 00.22 WIT. Puncak gerhana terjadi pada pukul 03.21 WIB, 02.21 WITA dan 01.21 WIT.

Gerhana bulan ini merupakan tipe Gerhana Bulan Sebagian, anggota ke-61 dari seri Saros 119. Gerhana sebelumnya yang berhubungan dengannya adalah Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Juli 1999. Gerhana bulan selanjutnya yang berasosiasi dengan seri ini akan terjadi pada 19 Agustus 2035.

Ketika gerhana bulan sebagian ini terjadi, sebagian kecil permukaan bulan akan nampak tertutup oleh bagian tergelap bayangan inti bumi. Jadi, tampilan bulan yang seharusnya dalam fase purnama, sebagian kecilnya menjadi gelap dan bagian tepinya terlihat cekung.

Untuk yang bermukim di wilayah Indonesia bagian barat seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, gerhana bulan parsial bisa disaksikan mulai pukul 00.23 hingga 02.18 WIB. Sementara bagi yang tinggal di zona waktu bagian tengah seperti Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, gerhana bisa kalian saksikan pukul 01.23 hingga 03.18 Wita. Sementara yang bermukim di kawasan paling timur Indonesia seperti Papua dan Maluku, kejadian langka ini akan dijadwalkan mulai pukul 02.23 hingga 04.18 WIT.

Selain di Indonesia, gerhana bulan sebagian ini juga bisa diamati di Samudera Pasifik serta di bagian timur Asia dan Australia saat bulan terbenam. Keseluruhan proses gerhana juga bisa diamati di bagian barat Australia, Asia, Samudera Hindia, dan bagian timur Afrika. Sementara untuk proses gerhana pada saat bulan terbit bisa diamati di Eropa, bagian barat Afrika, selatan Samudera Atlantik, dan sebagian kecil di timur Amerika Selatan.

Wilayah yang sama sekali tak bisa mengamati gerhana bulan sebagian kali ini adalah bagian utara Samudera Atlantik, Amerika, dan bagian timur Samudera Pasifik.

Ketika terjadi gerhana itu, bulan memasuki bayangan bumi yang memiliki dua komponen berbentuk kerucut.  Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra, yaitu bumi menghalangi sebagian cahaya matahari untuk mencapai Bulan. Sedangkan kerucut yang ada di dalam kerucut penumbra atau yang disebut umbra, kata Avivah, merupakan area ketika bumi menghalangi seluruh cahaya matahari untuk mencapai bulan.

Gerhana bulan sebagian pada 7-8 Agustus 2017 itu berdasarkan kalkulasi akan berlangsung selama 5 jam 53 detik. Dari keseluruhan gerhana, 20 persen permukaan bulan akan berada dalam bayang-bayang bumi selama 1 jam 55 menit 14 detik.

Gerhana bulan pamungkas pada 2017 itu bisa diamati di wilayah Eropa, Afrika, Asia, dan Australia. Seluruh wilayah Indonesia bisa mengamati seluruh proses gerhana dari awal hingga tuntas. Namun di sebagian wilayah Papua, kontak terakhir saat bulan meninggalkan penumbra tidak dapat diamati karena bulan sudah terbenam dan matahari terbit.

Kemenag meminta agar masyarakat menyelenggarakan Salat Khusuf Al Qamar atau salat gerhana bulan. Pemda di kabupaten/kota diminta menggandeng bersama para ulama, pemimpin ormas Islam dan masyarakat untuk melaksanakan salat gerhana ini di daerah masing-masing.

Pelaksanaan salat Gerhana Bulan Parsial ini diminta dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan situasi di setiap daerah. Penyelenggara salat gerhana juga diminta memberi sosialisasi dan panduan salat gerhana kepada para jamaah yang akan mengikutinya.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.