Inilah Lahan Pertanian Padi Milik Suku Dani Di Kampung Honelama Wamena Papua

Jayawijaya – Jika selama ini, budidaya menanam padi identik dengan warga non Papua, hal tidak biasa bisa kita jumpai dari warga asli Papua di Kampung Honelama, Distrik Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua.

Pada ketinggian 1650 meter di atas permukaan laut di Wamena, terdapat hamparan sawah dengan tanaman padi yang menguning siap panen. Tanaman padi di sawah ini dibudidayakan oleh Suku Dani.

Sungguh luar biasa, Suku Dani yang sejak prasejarah dikenal sebagai petani tangguh, dengan tanaman utama keladi, pisang, ubi jalar dan buah merah, kini mulai merambah budidaya padi.

Sebelum mereka mengenal bercocok tanam padi, mereka telah dikenalkan beras, yang didatangkan dari Jayapura, dalam jumlah berton-ton menggunakan pesawat kargo.

Budidaya tanaman padi ini diperkenalkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Sejak kehadiran beras di Wamena, membuat Suku Dani lebih banyak mengkonsumsi nasi, sedangkan kebun keladi dan ubi jalar mereka sebagian dibiarkan begitu saja.

Hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi dalam budaya memasak dengan cara bakar batu, keladi dan ubi jalar menjadi bahan makanan utama.

Beras tidak mungkin diolah dengan cara bakar batu. Babi yang merupakan hewan ternak utama mereka sangat menyukai umbi ubi jalar dan daunnya. Babi tidak bisa makan jerami padi.

Apakah posisi ternak babi akan tergantikan oleh sapi yang suka jerami? Budaya Baliem harus tetap dipertahankan, walaupun sudah dimulai budidaya padi, tetapi ubi jalar dan keladi tidak boleh dilupakan.

[Nabire.Net/Hari.Suroto]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *