Ini Pernyataan Sikap Mahasiswa Intan Jaya Terkait Harga Tiket Pesawat Nabire-Sugapa

Nabire, Asosiasi Mahasiswa Intan Jaya dari seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire, Rabu (11/10/2023).
Mereka menuntut Pemerintah Daerah Intan Jaya dan UPBU Nabire untuk segera menurunkan harga tiket pesawat rute Nabire-Sugapa.
(Baca Juga : Demo Jilid II Tuntut Pemda Intan Jaya Turunkan Harga Tiket Nabire Sugapa dan Harga Sembako)
Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Intan Jaya. Mereka menyampaikan keprihatinan mereka atas harga tiket pesawat yang sangat tinggi, yang telah berdampak pada naiknya harga sembako di Sugapa Intan Jaya, Papua Tengah.
Mereka menekankan bahwa harga tiket yang tinggi telah menghambat aktivitas masyarakat di Kabupaten Intan Jaya Papua Tengah.
“Kami mendesak Pemerintah Daerah Intan Jaya dan Perhubungan Nabire untuk mendengar tuntutan kami dan menurunkan harga tiket pesawat rute Nabire-Sugapa. Harga yang saat ini sangat tidak masuk akal dan telah menjadi hambatan bagi aktivitas masyarakat kami diKabupatenIntanJaya,” ujar Koordinator Utama Asosiasi Mahasiswa Intan Jaya, Abia Pujau.
Asosiasi tersebut juga mengklaim bahwa belum ada kemajuan yang signifikan meskipun telah meminta peninjauan harga tiket pada rute ini ketika demo damai di Intan Jaya. Mereka berjanji akan meningkatkan aksi protes mereka hingga otoritas menanggapi tuntutan mereka yang mendesak ini.
“Aksi ini merupakan aksi jilid II setelah jilid I digelar di Kantor Bupati Intan Jaya pada 8 September 2023. Kami akan tunggu jawaban resmi dari pemerintah Intan Jaya selambat-lambatnya tanggal 25 Oktober 2023. Jika tidak indahkan tuntutan ini maka akan ada aksi jilid III yaitu menutup semua penerbangan rute Nabire-Sugapa dan Timika-Sugapa”, lanjut Pujau.
Berikut pernyataan sikap mahasiswa :
Dasar Hukum
Undang undang nomor 21 tahun 2009
1. Harga tiket pesawat dan timbangan kembali ke semula
2. Pemerintah segera kontrak pesawat reguler dan subsidi untuk mempermudakan tranasportasi masyarakat baik di darat maupun di udara
3. DPRD kabupaten Intan Jaya segera bertanggung jawab atas nasib rakyat yang semakin memburuk dengan akses ekonomi global
4. Apabilah pemerintah tidak menanggapi terkait ini maka kami akan palang penerbangan pesawat dari Nabire ke Sugapa dan Timika ke Sugapa
5. Jika pemerintah Intan Jaya tidak menanggapi hal ini dengan serius maka pemerintah Intan Jaya bersama kami hanya akan melewati jalan trans.
Sementara itu, pihak operator Bandara Nabire menjelaskan lewat surat tanggapan dengan nomor surat: UM.002/71.1/X/BU.NBR-2023 kepada Asosiasi Mahasiswa Intan Jaya seluruh Indonesia dan pada kesempatan audiensi bersama hari ini tentang peraturan penerbangan dengan dasar UU No. 1 tahun 2009 yaitu tentang penerbangan.
Di tempat yang sama, Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya yang diwakili oleh Kabag Umum setda Kabupaten Intan Jaya Ridho Manuaron menyampaikan bahwa mahasiswa dan masyarakat mohon memahami baik-baik tentang kendala penerbangan yang sedang terjadi.
“Saya mewakili pemda Intan Jaya sampaikan bahwa mohon kita semua pahami baik tentang kendala penerbangan yang terjadi saat ini. Pemerintah Intan Jaya sudah terima aspirasi masyarakat dan mahasiswa sewaktu aksi pertama di Kantor Bupati Intan Jaya dan sedang diupayakan untuk evaluasi dengan pihak penerbangan di Nabire dalam waktu dekat,” pungkas Manuaron.
Demo terkait harga tiket kali ini adalah demo kali kedua. Sebelumnya demo pertama dilaksanakan tanggal 2 Oktober 2023 lalu.
(Baca Juga : Solidaritas Mahasiswa Se-Indonesia Asal Intan Jaya, Keluhkan Kenaikan Harga Pesawat dari Nabire-Sugapa)
[Nabire.Net/Adolfius Sondegau]


Leave a Reply