Ini Keterangan Dandim 1702/Jayawijaya & Kapolda Papua Tentang Jumlah Korban Aksi Ricuh Di Wamena & Jayapura

(Mahasiswa yang berada di kampus Uncen Waena)

Jayapura – Aksi unjuk rasa hari ini dilakukan di dua kota di Papua yaitu Jayapura dan Wamena. Di Wamena, aksi unjuk rasa menyebabkan 17 orang meninggal, sementara di Jayapura, 4 orang meninggal.

Dilansir dari Kantor Berita Antara Papua, jumlah korban meninggal di Wamena sesuai keterangan Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto, sebanyak 17 orang.

Dari 17 orang tersebut menurut Dandim, 16 diantaranya warga non Papua dan 1 orang adalah warga asli Papua.

Aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Wamena didominasi siswa SMA. Selain 17 korban meninggal, ada 66 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Wamena.

Selain itu sejumlah bangunan dibakar dalam aksi ini yaitu Kantor Bupati, Kantor BPKAD, Kantor Dinas Kominfo serta sejumlah ruko dan rumah warga.

Aparat TNI/Polri masih akan melakukan evakuasi pada Selasa (24/9), sebab diduga masih ada korban lain yang belum dievakuasi.

“Evakuaasi akan kita lakukan besok sebab ada ruko/rumah yang dibakar, belum kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

Dandim mengatakan bersamaan dengan kisruh Senin siang, juga terjadi baku tembak antara aparat TNI melawan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Sekitar Pasar Baru.



Empat Orang Meninggal Dalam Aksi Demonstrasi di Jayapura

Di tempat terpisah, sebanyak empat orang meninggal dalam aksi yang dilakukan di Expo, Waena, Abepura. Sementara itu, warga sipil yang terluka dan dirawat di RS Bhayangkara tercatat 20 orang.

Hal itu sesuai keterangan Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf Rodja, kepada Kantor Berita Antara.

Dijelaskan Kapolda, dari empat orang yang meninggal, 1 diantaranya adalah anggota TNI atas nama Praka Zulkifli Al Karim, sementara 3 lainnya adalah warga sipil (mahasiswa).

Penyebab kematian ketiga warga sipil itu, kata Kapolda, belum dapat dipastikan karena masih diperiksa dokter.

Ia menyebutkan penyebab kematian Praka Zulkifli, anggota Yonif 751 Raider, akibat luka-luka diduga terkena benda tajam dan lemparan batu.

Dari laporan yang diterimanya, terungkap aksi anarkis yang dilakukan pedemo itu terjadi di kawasan Expo, Waena saat mereka dipulangkan dari halaman Universitas Cenderawasih dengan menggunakan 15 truk.

Namun, saat melintas di Jembatan Waena, mereka minta diturunkan, lantas menyerang anggota TNI AD yang sedang sarapan.

“Usai menyerang, pedemo melarikan diri ke kawasan Expo sambil menyerang pasukan,” jelas Irjen Pol. Rodja yang pernah sebagai Kapolda Papua Barat.

Selain menyebabkan empat orang meninggal, tercatat enam anggota Brimob luka-luka. Mereka harus mendapat penanganan intensif di RS Bhayangkara.

[Nabire.Net/Ant]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *