Ibadah Syukur HUT Ke 61 GKI Di Tanah Papua Di Rayon 4 Klasis GKI Nabire
Ibadah Syukur perayaan HUT ke 61 GKI di Tanah Papua, digelar di Rayon 4 Klasis GKI Nabire, dipusatkan di jemaat GKI Silo Kalibobo, Kamis 26 Oktober 2017.
Bertindak sebagai pelayan firman pada ibadah tersebut yaitu Pdt. Abriyani Ngangagor S.Th dan Pdt. M. Amansaman S.Th. Ibadah mengusung pembacaan firman dari 2 Timotius 3:10-17 dengan nats “Iman bertumbuh dalam penganiayaan”.
Dalam khotbahnya, Pdt. M. Amansaman S.Th mengatakan, penganiayaan sudah sejak lama bahkan sampai injil masuk di Tanah Papua tahun 1855 itu masih terjadi penganiayaan. Tugas berat 2 penginjil asal jerman tersebut mengalami kendala, namun injil Kristus haru dikabarkan bagi semua orang.
Bahkan sejak berdirinya GKI di Tanah Papua tanggal 26 Oktober 1956 masih ada kendala dalam pelayanan. Pelayan hanya alat untuk menyampaikan Firman. Mereka mewakili Allah untuk menyampaikan kebenaran.
Lebih lanjut, Pdt. M. Amansaman mengajak jemaat untuk mengubah pola hidup, karena tanda-tanda akhir jaman sudah mulai kelihatan. Jangan mempertahankan pola-pola yang lama, 24 jam dalam sehar Tuhan berikan kepada kita namun terkadang tak ada waktu yang kita sisihkan untuk Tuhan.
“Kata Tuhan, diluar AKU, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Kita minta dan minta tapi kita tidak setia, kita minta tapi kita tidak dengar-dengaran, kita minta tapi kita tidak taat, hal itu menjadi halangan bagi kita untuk mendapatkan berkat Tuhan”, tegas Pdt. M. Amansaman S.Th.
Dikatakan, memberi yang utama bukanlah materi, tapi sikap hidup kita kepada orang lain harus menjadi contoh.
“Kalau mama yang minta pulsa, kita bilang tidak ada uang, tapi kalau 02 yang minta, kita langsung belikan pulsa dan handphone-nya sekalian, raihlah kemenangan yang sudah Allah berikan, jangan menyimpang kanan atau kiri, supaya engkau beruntung,” ucap Pdt. M. Amansaman.
Lebih lanjut ditegaskan, menjadi orang percaya tidaklah mudah, tergantung iman dan ketaatan. Oleh karena itu, jemaat agar pulang dan renungkan serta lakukan firman Tuhan, karena Tuhan ada di hati dan pikiran kita.
“Di usia yang ke 61 GKI di Tanah Papua, hendaknya kita tetap jadi terang seperti Motto GKI dalam Efesus 5:8 yang berbunyi memang dahulu kamu adalah kegelapan tapi sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan. Oleh karena itu sebagai anak-anak terang, kita harus hidup selayaknya anak-anak terang, hingga kedatanganNYA yang kedua kali, Tuhan memberkati kita semua, amin”, tegas Pdt. M. Amansaman S.Th.
Ibadah syukur HUT ke 61 GKI di Tanah Papua juga diisi dengan pujian dari jemaat GKI Silo Kalibobo, GKI Elim Waroki dan jemaat GKI I.S. Kijne dalam bentu nyanyi solo, paduan suara dan vokal grup.
Ibadah ini sendiri dihadiri 894 jiwa, dan diikuti oleh 4 jemaat di Rayon 4 masing-masing Jemaat GKI Is Kijne Wadio, jemaat GKI Ora Et Labora Wadio, jemaat GKI Elim Waroki dan Jemaat GKI Silo Kalibobo selaku tuan rumah.
Setelah ibadah rapat panitia Rapat Kerja I GKI Klasia Nabire dan dipimpin langsung oleh ketua panitia Bpk. Drs. P. I. Suripatty, M.Si dan Sekretaris Pnt. Bass Hukubun. Raker rencanaya akan digelar tanggal 08 November 2017 di jemaat GKI Silo kalibobo dan diikuti oleh 40 jemaat. Kiranya Tuhan yang mempunyai pekerjaan ini memberi kekuatan dan kemampuan untuk panitia dapat bekerja menyiapkan segala sesuatu untuk para pelayan melakukan raker ini.
HUT ke 61 berdirinya GKI di Tanah Papua mengusung tema sentral “Datanglah KerajaanMU”, dan sub tema “HUT GKI di Tanah Papua Yang Ke 61 Tahun Memotivasi Kita Untuk Meningkatkan Spiritualitas, Kemandirian serta Kesejahteraan Warga Gereja Sebagai Wujud Perubahan Memasuki 500 Tahun Reformasi”.
[Nabire.Net/Baszhuk]



Leave a Reply