INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Pagi, 23 Oktober 2016, Di Jemaat GKII Getsemani SP3 Nabire

Ibadah Minggu Pagi, 23 Oktober 2016, Di Jemaat GKII Getsemani SP3 Nabire

foto

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya,” (Yohanes 15:7).

Demikian ayat pembacaan firman Tuhan dalam Ibadah Minggu Pagi, di Jemaat GKII Getsemani SP3 Nabire, yang dipimpin oleh pelayan Firman, Ev. Gestinov Hutubesi.

Dalam khotbahnya, Ev. Gestinov mengatakan Yohanes 15:6-7 berbicara tentang Tuhan sebagai pokok anggur dan kita sebagai ranting-rantingnya. Hanya ada dua pilihan bagi kita sebagai ranting, apakah kita mau menyatu dengan Tuhan atau kita mau hidup sendiri? Jika kita mau menyatu dengan Tuhan, maka kita akan tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan akan tinggal di dalam kita, sehingga kita akan berbuah banyak. Sementara itu jika kita tidak mau menyatu dengan Tuhan, berarti kita tidak tinggal di dalam Tuhan sehingga ranting itu akan menjadi kering, dan dibakar di dalam api.

Lebih lanjut, jika kita sebagai ranting mau menyatu dengan Tuhan sebagai Pokok Anggur, maka Firman Tuhan juga akan tinggal di dalam kita, dan Tuhan memberikan janjiNya, yaitu ketika kita meminta apa saja yang kita kehendaki dan kita akan menerimanya. Ini adalah janji yang luar biasa, yaitu kita meminta apa saja maka kita pasti akan menerimanya, tetapi kita pun harus ingat bahwa Tuhan pun bukan berarti akan mengabulkan segala keinginan kita termasuk keinginan kita yang tidak baik. Ingat syarat sebelumnya yaitu kita harus tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan dan Firman Tuhan harus tinggal di dalam kita. Jika Firman Tuhan sudah tinggal di dalam kita, maka ketika kita meminta kepada Tuhan, kita pun akan meminta sesuai dengan kehendakNya dan bukan kehendak kita sendiri. Ketika kita meminta sesuatu yang adalah kehendak Tuhan, maka tidak ada alasan bagi Tuhan untuk tidak memberikan apa yang kita minta.

Ketika kita meminta, bukan berarti kita tidak percaya bahwa Tuhan itu tidak tahu apa yang kita butuhkan. Tuhan jauh lebih tahu dan Tuhan adalah pihak yang paling tahu apa yang kita butuhkan.

Yakobus mengingatkan dalam Yakobus 2;26 bahwa iman tidak bisa pasif. Iman adalah kehidupan nyata, sadar dan berani melakukan kehendak TUHAN. Iman yang hidup harus mewujud dalam perilaku. Ingatlah Yesus pernah berkata dalam Matius 3:8 “dari buahnya, orang mengenal pohonnya”. Iman harus ditampakkan dalam perbuatan sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Sesungguhnya kita diselamatkan bukan oleh perbuatan tapi untuk perbuatan.

Iman yang menyelamatkan senantiasa merupakan iman hidup yang tidak berhenti dengan sekadar mengaku Kristus sebagai Juruselamat, tetapi juga mendorong ketaatan kepada Dia sebagai Tuhan. Demikianlah, ketaatan adalah aspek yang penting dari iman. Hanya mereka yang taat dapat percaya dan hanya mereka yang percaya dapat taat.
Perbuatan tanpa iman adalah perbuatan yang mati. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Iman yang sejati selalu menyatakan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka yang membutuhkannya.

Mari mewujudnyatakan iman dalam perbuatan sehari-hari.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.