Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-168, Minggu 5 Februari 2023 di GKI Maranatha Malompo Nabire

Nabire, Bertempat di Gereja GKI Maranatha, Jalan RE Martadinata, Malompo, Nabire, Papua Tengah, telah dilaksanakan Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-168 (05/02/2023).
Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-168 ini mengusung tema : “Kasih Kristus Menggerakan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan”.
Sedangkan sub tema yang dipilih yaitu : “Membangun Kesehatian, Mewujudkan Pembaharuan Menuju GKI di Tanah Papua yang Mandiri dan Misioner”.
Ibadah diawali pembacaan Warta Jemaat dan Panggilan Beribadah yang dibacakan oleh Majelis Jemaat, dilanjutkan persembahan pujian.
Bertindak sebagai Pelayan Firman Tuhan, Pdt. D. Situru, S.Th.
Setelah panggilan beribadah, Ibadah diisi dengan persembahan Paduan Suara Jemaat Maranatha Malompo.
Kemudian ibadah dilanjutkan dengan pengakuan dosa, doa pengampunan serta berita pengampunan dosa.
Setelah itu, ibadah dilanjutkan dengan pembacaan Hukum Tuhan dan persembahan pujian oleh Paduan Suara TK Maranatha Malompo.
Selanjutnya Ibadah memasuki penyampaian Firman Tuhan. Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Kitab Roma 9:1-29 dengan Perikop “Pilihan Atas Israel”.
Ibadah dilanjutkan dengan perenungan Firman Tuhan. Dalam khotbahnya, Pdt. D. Situru mengatakan, Ottow dan Geissler menginjak Tanah Papua dengan Doa Sulung.
Dalam nas hari ini, Rasul Paulus mengambil sikap tegas untuk keselamatan bangsanya.
Adapun sikap-sikap tegas Rasul Paulus yaitu pertama, Rasul Paulus menegaskan siapa sesungguhnya Yesus.
Kedua, Rasul Paulus menegaskan siapa sesungguhnya bangsa Isrsel/Yahudi sebagai bangsa perjanjian dan juga anak-anak Allah.
Ketiga, Rasul Paulus bersedia pasang badan demi keselamatan saudara-saudara sebangsanya.
Sama seperti Ottow dan Geissler yang meninggalkan kenyamanan hidupnya demi pekabaran Injil di Tanah Papua.
Kita sudah menerima Injil namun kita belum sungguh-sungguh bahkan tidak hidupi Injil.
Jadikan momentum perayaan HUT PI ke-168 ini baik pribadi dan gereja untuk prihatin terhadap kehidupan yang tidak injili di Tanah Papua yang sudah ditabur Injil.
Semakin banyak orang yang hidup benar dan Injili di Tanah Papua, akan menentukan harapan besar bagi kemajuan dan pembaruan dalam upaya terwujudnya cita-cita gereja di Tanah Papua yang hidup berkeadilan penuh dengan damai sejahtera.
Mari kita buktikan bahwa sorga itu nyata dan benar sesuai dengan kenyataannya di dalam Yesus Kristus. Amin.
Selanjutnya ibadah diisi Pengakuan Iman Percaya dan pemberian persembahan oleh jemaat.
Ibadah dilanjutkan dengan doa persembahan dan doa syafaat.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan bersama Suara Gembira 18:1-6 dengan judul “Siarkan ke Benua”
Ibadah diakhiri dengan doa berkat.
[Nabire.Net]


Leave a Reply