Honorer Tagih Gaji 3 Bulan , Ini Penjelasan Direktur RSUD Nabire

(Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey Sp.PD/Dokpri)



Nabire – Tenaga honorer yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah kabupaten Nabire, kembali menagih janji pemerintah kabupaten Nabire untuk membayarkan honor mereka yang belum diterima sejak Februari 2020 hingga saat ini.

Ini adalah kali kedua mereka menuntut hak mereka, setelah sebelumnya pada bulan April, mereka menuntut hak mereka dari bulan Januari hingga Maret, dan baru dibayarkan bulan Januari saja.

Menanggapi isu tersebut, Nabire.Net mencoba meminta penjelasan dari Direktur RSUD Nabire, dr.Andreas Pekey, Sp.PD, sabtu sore (09/05).

Dijelaskan Direktur RSUD Nabire, pihaknya hingga saat ini masih menunggu alokasi anggaran dari Keuangan Daerah, karena sudah ada instruksi dari Bupati Nabire untuk dibayarkan.

“Kalau alokasi sudah ada baru kami bisa tagihkan. Instruksi Bupati sudah ada, tapi kami tunggu proses pengalokasian anggaran di keuangan”, kata Andreas.

Dikatakan, kalau sudah teranggarkan dalam bentuk pos anggaran baru, maka RSUD Nabire bisa menagih ke keuangan. Namun jika pos anggaran belum selesai, rumah sakit tidak bisa menagih honor.

(Baca Juga : Kadinkes Nabire : Gaji Tenaga Medis & Paramedis di Nabire Akan Dibayarkan Minggu Ini)

Lebih lanjut kata Direktur RSUD Nabire, saat ini ada 239 honorer dari Pemda di RSUD Nabire.

“Kita sudah menunggu hampir dua minggu terkait penganggaran, kalau masalah penganggaran sudah selesai, rumah sakit sebenarnya tinggal menagih kemudian membayar honor”, tutup Andreas.

[Nabire.Net]

One Response to Honorer Tagih Gaji 3 Bulan , Ini Penjelasan Direktur RSUD Nabire

  1. Ruben berkata:

    Sangat benar itu ,merka mau makan apa jadi segera bayar itu,angaran kab nabire hilang dimana jadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *