Fransina Belau, Siswi SMP YPPK Antonious Nabire, Tetap Berprestasi Walaupun Belajar Dari Rumah

(Belajar Dari Rumah)



Nabire – Sudah hampir tiga bulan kegiatan pendidikan terpaksa dilakukan dari rumah, hal itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selama kegiatan belajar dilaksanakan dari rumah (school from home), guru harus memiliki kreativitas untuk tetap menjaga siswanya tidak ketinggalan dalam pelajaran dan tetap bisa belajar secara online.

Perusahaan-perusahaan edutech (teknologi pendidikan) tak ketinggalan menawarkan berbagai inovasi agar kegiatan belajar mengajar berjalan efektif dan efisien, mulai dari mengadakan sesi interaksi live bersama narasumber terkenal, webinar, hingga menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional.

Salah satunya yang dilakukan oleh Quipper, perusahaan teknologi edukasi yang menyediakan fasilitas sistem pembelajaran daring.

Untuk meningkatkan kreativitas selama belajar di rumah aja, perusahaan edutech Quipper menggelar kompetisi Pekan Pendidikan Nasional pada 6 – 18 Mei 2020.

Kompetisi ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan guru dan murid dalam menggunakan Learning Management System selama masa pembelajaran jarak jauh dan diikuti oleh 1.098 sekolah dan 66.297 siswa yang mendaftar dari seluruh Indonesia, termasuk dari kabupaten Nabire.

Dari Nabire, salah seorang siswa yang ikut kompetisi pekan pendidikan nasional ini adalah Fransina Belau, siswi SMP YPPK Santo Antonius Nabire.

Fransina berhasil meraih Samsung Galaxy Fit E dan 1 kotak minuman teh kemasan, di kategori 80 siswa yang paling aktif menggunakan Quipper saat periode Pekan Pendidikan Nasional berlangsung.

Hal itu diakui guru SMP YPPK Santo Antonius Nabire, Widono, S.Pd, kepada Nabire.Net. Dijelaskan Widono, banyak sekolah di Papua yang selama masa pandemi Covid-19 tidak bisa menerapkan proses belajar secara online dengan baik. Salah satu faktor yang mendasari hal itu adalah jaringan internet.

NamunĀ  SMP YPPK Santo Antonius Nabire tetap berusaha agar anak-anak didiknya bisa terus mendapatkan materi secara online menggunakan berbagai aplikasi seperti Quipper, Google Class Room maupun Whatsapp.

Salah satu bukti keberhasilan pembelajaran online yang diterapkan oleh SMP YPPK Santo Antonius Nabire adalah penghargaan yang diraih oleh Fransina Belau dari Quipper.

“Ini membuktikan bahwa kami di Nabire Papua pun bisa bersaing dengan mereka yang ada di luar sana dengan belajar secara online, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang ada,”, pungkas Widono.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *