Kerusuhan antarwarga di Kompleks Perumahan Organda Padang Bulan Jayapura, Papua, terjadi Senin siang, 8 Juni 2015. Dua warga tewas dan belasan rumah serta sepeda dibakar.
Peristiwa kerusuhan itu bermula ketika satu kelompok warga yang berjumlah 50 orang mengeroyok warga Kompleks Organda. Korban yang dikeroyok adalah Fredik Lasamahu (Ketua RT02/RW04), Wandadaya (Ketua RT03/RW04), dan Simon Teluke (warga Organda).
Pengeroyokan diduga dipicu laporan Fredik Lasamahu kepada Polisi bahwa pelaku pencurian bermotor adalah warga yang melakukan pengeroyokan. Korban juga mengusulkan dibuatkan pos keamanan lingkungan. Hal itu membuat warga pelaku pengeroyokan tersinggung dan marah.
Warga pelaku pengeroyokan lalu berteriak sambil mengancam akan membakar Kompleks Organda.
Lalu dua warga mendatangi rumah Fredrik Lasamahu dan langsung menikam korban hingga tewas di tempat. Massa kian brutal, kemudian menganiaya Simon Teluke dan Wandadaya.
Setelah aksi pengeroyokan itu, Kepolisian dari Dalmas Polresta Jayapura yang dipimpin Komisaris Polisi Heru (Kepala Satuan Sabhara) dan Komisaris Polisi Marthen Asmuruf (Kepala Kepolisian Sektor Abepura) tiba di tempat kejadian perkara serta mengejar terhadap para pelaku. Namun para pelaku kabur ke gunung.
Warga Organda lantas berkumpul dan membakar sepuluh rumah masyarakat yang diduga pelaku pengeroyokan. Warga juga membakar delapan unit sepeda motor hingga hangus
Kepala Polresta Jayapura, AKBP Jeremias Rontini, mengatakan bahwa ada sekelompok warga yang melakukan pengeroyokan hingga dua warga Kompleks Organda tewas. Lantas dibalas dengan membakar sejumlah rumah dan motor yang diduga milik para pelaku pengeroyokan.
“Motifnya memang belum jelas, tapi diduga berawal ketika ada pengeroyokan oleh puluhan orang terhadap warga Kompleks Organda yang berbuntut dua tewas dan beberapa orang terluka,” katanya.
Mengetahui ada warganya yang tewas dikeroyok, puluhan warga kompleks Organda membalas dengan membakar sejumlah rumah yang diduga milik para pelaku pengeroyokan. “Kami sudah berupaya meredam, tapi warga tetap membalas dengan membakar sejumlah rumah dan sepeda motor,” ujarnya.
Guna mengantisipasi kerusuhan susulan, kata Polisi menyiagakan 250 personel di lokasi kejadian. Sejumlah warga sekitar dikabarkan mengungsi untuk menghindari kerusuhan lanjutan.
Leave a Reply