Diskusi Bebas Pemuda Pelajar Mahasiswa DAPUWAMO Nabire

(Diskusi Bebas Pemuda Pelajar Mahasiswa DAPUWAMO Nabire)
Nabire, Puluhan pelajar Mahasiswa yang terhimpun dalam Pemuda Pelajar Mahasiswa DAPUWAMO di Nabire menggelar diskusi Bebas, sabtu (20/03/2021) di Pantai Waroki Nabire.
Diskusi ini sangat penting bagi para pelajar dan mahasiswa DAPUWAMO itu sendiri, sebab mereka bisa saling bertukar pikiran dan argumen.
Kemudian manfaat yang diterima oleh pelajar mahasiswa adalah berupa ide-ide besar yang lahir dari forum tersebut. Diskusi dapat juga mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam bidang Apa saja.
Dalam diskusi tersebut, pemapar atau pemberi Topik Adalah Oyan Keiya kemudian Ia meminta untuk diskusinya kita harus mengeluarkan argumen atau ide per Induvidu,setiap Pelajar mahasiswa Yang hadir saat diskusi berlangsung keliling sesuai dengan lingkaran yang telah dilingkar.
” Oyan keiya salah satu,senior dalam Forum Diskusi anak Dapuwamo dia memaparkan beberapa buah pokok diskusi atau sesuai dengan agenda diskusi yang telah ditetap melalui Agenda pemberitahuan sebelumnya yakni:
1. Perkembangan Kebiasaan dari pada Orang tua kita zaman dahulu di Dapuwamo.
2. Perubahan-perubahan disisi Kebudayaan,ekonomi lokal atau pedesaan di Dapuwamo.
3. Diskusi bebas sekalian Rekreasi foto bersama.
4. Dan beberapa buah Agenda Diskusi kami tundakan karena waktu begitu tiba agak kegelapan atau sampei jam enam sore.
Sela-sela diskusi tersebut,para pelajar mahasiswa memaparkan beberapa pendapat yaitu: ( a ) dalam agenda pertama kami mendiskusikan terkait tanda-tanda Ajaib baik dan tidak baik yang terjadi dijamannya tete,nenek dahulu di Wanii dide atau Dapuwamo,
( b ) kami juga diskusi tentang cara Kebiasaan berkomunikasi orang Dapuwamo jaman dulu dan sekarang di Wanii dide atau Dapuwamo dan hal itu Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi maka membawa perubahan yang besar dalam cara tete nenek berkomunikasi,
( c ) Pakaian Karena pengaruh modernisasi dan globalisasi, masyarakat Wanii dide atau Dapuwamo sebelumnya mereka orang berpakaian berbusana atau berkotekaa tapi sekarang mulai mengubah cara berpakaian mereka,
( d ) Gaya Hidup dahulu dan sekarang berbeda orang Wanii dide atau Dapuwamo,
( e ) disisi Pertanian,peternakan,perkebunan,
( f ) Ekonomi Pedesaan atau lokol di Dapuwamo,( g )Kepercayaan atau (Religius)dari pada orang Dapuwamo.
“Saya sedikit menyingung mengenai budaya Negatif kerusuhan atau baku mendendam dikalangan Orang tua kita di Dapuwamo.Peristiwa tersebut dapat terjadi karena masyarakat atau orang Dapuwamo tidak dalam kesatuan pandangan untuk menjadi warga atau orang yang baik, jika mereka memiliki pandangan yang kohesif, pasti tidak akan terjadi hal kerusuhan tersebut,” ucapnya Melian Dumupa.
Dalam kesempatan yang sama pula seorang mahasiswa Jermias Dumupa juga tegaskan yakni sikap yang rendah hati. Kita boleh punya semangat, kita boleh punya tekad besar untuk membesarkan kelompok kita, tapi tidak luput dari pandangan kebersamaan, pandangan kesatuan dan persatuan,” tegasnya.
Akhirnya semuanya kegiatan,diskusi kami berjalan baik dan benar dengan campur tangan Allah Bapa di sorga.
[Nabire.Net/Martinus Emogebeu Dumupa]


Leave a Reply