Data Resmi Corona di Nabire Hanya Dirilis Jubir Satgas, Posko & Call Center, Selain itu Hoax

(Virus Corona)

Nabire – Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 kabupaten Nabire, dr.Frans Sayori memastikan bahwa semua kabar yang beredar di masyarakat terkait adanya temuan ODP, PDP dan kasus Corona di Nabire pada hari selasa kemarin (24/03) adalah informasi yang tidak benar (hoax).

Hal itu disampaikan dr.Frans Sayori melalui sambungan telepon kepada Nabire.Net, rabu siang (25/03). Ia menegaskan bahwa data terakhir pada hari selasa 24 Maret 2020 pukul 17.00 Wit berada di posisi nol.

(Baca Juga : Hingga 24 Maret 2020 Belum Ada Temuan ODP, PDP & Kasus Corona di Nabire)

“Berdasarkan informasi dari teman-teman di Posko, selasa 24 Maret 2020 jam 5 sore, data pada posisi zero (nol). Setelah itu pada malam hari hingga saat ini sudah ada beberapa laporan yang masih dilakukan surveilance dan penyelidikan etimologi sehingga tidak menutup kemugkinan beberapa jam kedepan atau nanti malam data itu bisa berubah”, kata dr.Frans, yang saat ini berada di Jayapura.

Menanggapi maraknya kasus hoax corona di Nabire, dr.Frans meminta agar masyarakat percaya kepada data yang disampaikan oleh pihak resmi, selain daripada itu agar tidak dipercaya kebenarannya.

“Saya ditunjuk sebagai juru bicara, artinya semua informasi tentang Covid-19 di Nabire kalau saya yang sampaikan melalui data yang saya tampilkan, itu baru resmi. Diluar itu hoax atau tidak bisa dipercaya kebenarannya”, tegasnya.

Selain itu dikatakan, selain data dari dirinya, masyarakat juga bisa meminta data dari Call Center Covid-19 kabupaten Nabire di nomor 0813-4333-7440. Disamping call center, masyarakat juga bisa mendatangi Posko Satgas Corona di Dinkes Nabire.

‘Data dari call center covid-19 Nabire itu valid karena atas perintah saya, itu semua supaya tidak ada informasi hoax yang meresahkan masyarakat”, lanjutnya.

Kata Frans, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan lewat media bahwa satu sumber informasi hanya dari Posko, Call Center dan dari Juru Bicara Kabupaten, sehingga informasi lain diluar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kemarin jam 5 sore, saya sudah sampaikan secara resmi kondisi Nabire pada posisi zero, dan saya sudah sampaikan ke Bapak Bupati dan Ketua Koordinasi yaitu Kepala BPBD Nabire. Saya masih tunggu investigasi teman-teman di lapangan berdasarkan laporan yang masuk, bisa jadi sebentar sore jam 5 akan kita sampaikan posisi kabupaten Nabire untuk data corona”, katanya.

“Satu harapan saya harap teman-teman media yang mau membantu kami silahkan, tapi jangan menyebarkan informasi yang ‘Katanya’. Kita harus ikuti aturan yang ada, bagaimana menyampaikan informasi yang baik, supaya masyarakat tidak panik, karena kalau panik justru akan menurunkan daya tahan tubuh masyarakat”, beber Frans Sayori.

Terkait pelaporan data, Frans mengatakan pihaknya juga membuat laporan ke masyarakat tidak serta merta, artinya perlu proses dan verifikasi, sehingga data yang dirilis benar-benar valid.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *