INFO NABIRE
Home » Blog » Bupati Isaias Douw : Sembako Siap Didistribusikan Setelah Verifikasi Data Selesai

Bupati Isaias Douw : Sembako Siap Didistribusikan Setelah Verifikasi Data Selesai

(Bupati Nabire pimpin rapat bersama para Kepala Distrik, Lurah dan Kepala Kampung di Nabire)



Nabire – Bupati Nabire menegaskan bahwa pemkab Nabire sedang menyiapkan sembako untuk didistribusikan kepada warga masyarakat, setelah verifikasi data selesai dilaksanakan Dinas Sosial kabupaten Nabire.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Douw, saat memimpin rapat bersama seluruh Kepala Distrik, Lurah dan Kepala Kampung, Rabu (22/04), di kantor Bupati Nabire.

Dalam rapat ini, para Kepala Distrik, Lurah dan Kepala Kampung se-Nabire, diminta untuk menindaklanjuti keputusan Bupati Nabire, Nomor 440/802/SET yang diedarkan hari ini (22/04) berkaitan dengan pembatasan sosial di masa tanggap darurat Covid-19.

Dikatakan Bupati Isaias, banyak warga Nabire yang menanyakan tentang sembako, kenapa belum dibagikan, namun Bupati menegaskan bahwa sembako yang akan dibagikan bukan asal bagi begitu saja, melainkan perlu pendataan yang akurat.

“Saya akan turunkan sembako sejalan dengan tingkatan pembatasan, jadi dana desa dulu kita cairkan sesuai kebutuhan. Sembako saat beras telah siap dan bahkan saya ada minta tambahan dari 100 ton yang ada saat ini. Nanti akan disalurkan melalui posko dengan dukungan aparat TNI/Polri bersama tim. Saya mau tidak boleh ada warga yang tidak dapat bantuan. Semua harus dapat. Saya tidak mau seperti beberapa kasus daerah lain yang bantuannya tidak sampai di masyarakat yang layak menerima”, ujar Bupati,

Bupati juga menegaskan bahwa ia tak ingin virus corona semakin meluas di Nabire. Semua pihak telah bekerja keras. Sample pemeriksaan akan dikirim hari jumat ke Litbangkes Papua. Warga tetap di rumah patuhi edaran bupati.

“Kalau ada penambahan kasus positif, saya akan tutup penuh semua aktivitas, ini untuk keselamatan manusia. Ini wilayah saya dan masyarakat saya. Tidak perlu tunggu izin karena ini wabah dunia. Saya sudah perintahkan agar data dengan benar dan lengkap kelompok-kelompok masyarakat yang akan merasakan dampak jika kebijakan seperti ini diambil nantinya”, imbuhnya.

“Kita di Papua ini, kalau ada yang meninggal seluruh keluarga kumpul, sampai harus tunggu keluar dekat semua datang. Tapi, kalau meninggal karena kasus Covid-19 ini, keluarga tidak melihat. Semua akan dilakukan oleh tim rumah sakit. Jadi, ada pasien yang positif dan meninggal dunia maka mulai dari peti dan pemakaman akan ditangani oleh rumah sakit. Tidak dibawa atau diambil oleh keluarga. Tolong disosialisasikan ke masyarakat. Nanti setelah kasus selesai, akan diberitahukan kepada keluarga di mana kuburannya, pasti akan didata”, tutup Bupati Isaias Douw.

[Nabire.Net/Humas Pemkab Nabire]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.