INFO NABIRE
Home » Blog » BMKG Nabire Buktikan Fenomena Alam Hari Tanpa Bayangan

BMKG Nabire Buktikan Fenomena Alam Hari Tanpa Bayangan

Eksperimen yang dilakukan BMKG Nabire)

Nabire – Hari ini, Rabu (02/10), tepat pukul 11.47.34 Wit, BMKG Nabire melakukan eksperimen untuk membuktikan fenomena alam hari tanpa bayangan.

Menggunakan media tiang lurus, tepat pukul 11.47.34 Wit, tiang yang digunakan sebagai eksperimen tidak mengeluarkan bayangan, seperti terlihat di gambar.

Prakirawan BMKG Nabire, Eusebio Andronikus menjelaskan, fenomena hari tanpa bayangan sama sekali tidak berdampak kepada manusia, Karena hal ini hanya siklus tahunan dari peredaran semu matahari, dan terjadi 2 kali dalam setahun.

Sedangkan untuk alam, dampaknya akan banyak awan tebal penghasil hujan, karena awan-awan konvektif yang tumbuh diakibatkan sinar matahari yang lebih banyak diterima saat dilewati siklus tahunan peredaran semu matahari.

Eusebius juga menambahkan, fenomena yang sama dapat kembali dinikmati warga Nabire pada pertengahan Maret 2020 mendatang.

Selain eksperimen yang dilakukan BMKG Nabire, ada juga beberapa warga Nabire lainnya yang melakukan eksperiman yang sama, seperti Medy Tonapa, Staf BPBD Nabire yang berdiri saat kulminasi terjadi, maupun Agus Tanati warga Kampung Harapan yang juga menggunakan media tiang.

 

(Eksperimen yang dilakukan Staf BPBD Nabire, Medy Tonapa)

Namun, eksperimen tidak akan berlaku jika media yang digunakan tidak tegak lurus, seperti contoh pohon.

Sebagai informasi, fenomena hari tanpa bayangan ini merupakan fenomena alam langka di mana matahari akan berada tepat di atas garis khatulistiwa. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

(Baca Juga : Besok, Warga Nabire Bisa Nikmati Fenomena Alam Hari Tanpa Bayangan)

Akibatnya, Indonesia pada siang hari tidak akan memiliki bayangan sama sekali. Tidak cuma itu, matahari tentu akan terasa lebih terik dari biasanya.

Hari tanpa bayangan sendiri merupakan siklus tahunan. Bayangan benda tegak akan menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.