INFO NABIRE
Home » Blog » Bertemu Wapres di Bandara Nabire, Pemuda Katolik Sampaikan Aspirasi Masyarakat

Bertemu Wapres di Bandara Nabire, Pemuda Katolik Sampaikan Aspirasi Masyarakat

Nabire, 21 April 2026 – Isu keamanan dan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama aspirasi yang disampaikan Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat kunjungan kerja di Bandara Douw Aturure, Senin sore (20/4/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di sela agenda kunjungan Wakil Presiden di Nabire dan dimanfaatkan oleh para pengurus Pemuda Katolik untuk menyampaikan berbagai harapan masyarakat Papua Tengah secara langsung kepada pemerintah pusat.

Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, Tino Mote, hadir bersama sejumlah pengurus lainnya, yakni Wakil Ketua Bidang Pendidikan Hengky Yeimo, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Pemuda Katolik Pusat Arnold Douw, serta Bendahara Umum Pemuda Katolik Papua Tengah Kristina Waine.

Usulkan Penarikan Pasukan Non-Organik

Dalam kesempatan itu, Pemuda Katolik Papua Tengah menyoroti kondisi keamanan yang dinilai masih memerlukan perhatian serius pemerintah pusat. Mereka meminta agar pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan non-organik dari wilayah Papua.

Ketua Pemuda Katolik Papua Tengah, Tino Mote, menyampaikan bahwa kehadiran pasukan non-organik di sejumlah daerah kerap dikaitkan dengan meningkatnya konflik yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat menarik pasukan non-organik dari Papua karena kehadiran mereka sering menimbulkan konflik di daerah kami, khususnya di Papua Tengah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa konflik yang terjadi berulang kali telah memicu berbagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia di sejumlah wilayah, seperti di Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, serta Kabupaten Dogiyai.

Selain itu, konflik di wilayah Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, juga disebut masih menyisakan persoalan yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Menurut Pemuda Katolik Papua Tengah, pendekatan keamanan semata dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar di Papua. Oleh sebab itu, mereka mendorong pemerintah agar mengedepankan dialog serta pendekatan kemanusiaan sebagai langkah penyelesaian jangka panjang.

Minta Percepatan Pembangunan Jalan Nabire–Ilaga

Selain menyampaikan persoalan keamanan, para pengurus Pemuda Katolik Papua Tengah juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, khususnya jalan penghubung Nabire–Ilaga.

Menurut mereka, kondisi jalan yang belum memadai masih menjadi hambatan utama dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta pelayanan dasar di wilayah pedalaman.

Tino Mote menyampaikan harapan agar pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat segera merealisasikan pembangunan jalan Trans Nabire–Ilaga sekaligus memperbaiki ruas jalan yang telah mengalami kerusakan.

“Kami berharap pembangunan jalan Trans Nabire–Ilaga dapat segera dilaksanakan, karena akses jalan sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan infrastruktur yang layak menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan di Papua Tengah serta mengurangi keterisolasian wilayah.

Aspirasi Disebut Mewakili Suara Masyarakat

Pemuda Katolik Papua Tengah menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan kepada Wakil Presiden merupakan representasi dari harapan masyarakat Papua Tengah, khususnya generasi muda.

Meski pertemuan tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, mereka berharap pemerintah pusat dapat menindaklanjuti berbagai aspirasi yang telah disampaikan, terutama terkait peningkatan keamanan serta percepatan pembangunan infrastruktur di Papua Tengah.

[Nabire.Net/Jeri Degei]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.