INFO NABIRE
Home » Blog » Bawa Empat Tuntutan, Besok Mahasiswa Puncak Siap Gelar Aksi di DPR Papua Tengah

Bawa Empat Tuntutan, Besok Mahasiswa Puncak Siap Gelar Aksi di DPR Papua Tengah

Nabire, 26 April 2026 – Mahasiswa asal Kabupaten Puncak, Papua Tengah, berencana menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 27 April 2026, dengan sasaran Kantor DPRPT di Nabire. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah insiden penembakan warga sipil yang terjadi di wilayah Papua Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa, aksi ini dilakukan untuk menuntut kejelasan dan keadilan atas peristiwa yang disebut melibatkan aparat keamanan dan mengakibatkan korban dari kalangan warga sipil.

Mahasiswa menyebutkan beberapa kejadian yang menjadi perhatian, di antaranya insiden di Kabupaten Dogiyai pada rentang 31 Maret hingga 2 April 2026, yang dilaporkan menyebabkan sejumlah warga sipil meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, peristiwa lain juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Puncak, khususnya di wilayah Sinak, yang menurut mereka menimbulkan korban jiwa dari masyarakat sipil.

Aksi demonstrasi ini direncanakan sebagai langkah untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah daerah dan lembaga legislatif di Papua Tengah.

Empat Tuntutan Mahasiswa

Dalam rencana aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama, yaitu:

  1. Mengusut tuntas dugaan penembakan terhadap 10 warga sipil di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.

  2. Menarik militer organik serta menghentikan operasi militer di wilayah Tanah Papua.

  3. Menghentikan tindakan yang dianggap sebagai intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat sipil.

  4. Memberikan jaminan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat Papua.

Mahasiswa juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak aparat keamanan maupun pemerintah terkait rencana aksi tersebut.

Aksi yang direncanakan berlangsung pada Senin, 27 April 2026, diperkirakan akan melibatkan mahasiswa dari berbagai wilayah di Papua Tengah.

[Nabire.Net/M.Goo]

Post Related

Leave a Reply

  • Noge
    26 April, 2026 21:47 at 21:47

    ngakunya mahasiswa tp gobloknya minta ampun….mahasiswa d larang brpolitik praktis apalgi menyuarakan organisasi terlarang…..
    usut 10 orng yg mati…lalu Kam tra pikir tenaga kesehatan dan guru yg Kam bunuh kah?
    otak mati

Your email address will not be published.