Baru 2 Bulan Terbentuk, Yayasan Jendela Dogiyai Siap Dukung Visi Pemkab

Dogiyai – Setelah sukses melaksanakan berbagai kegiatan di Dogiyai lewat dukungan pemerintah, Yayasan Jendela bekerjasama dengan New Zealand Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT), membuka program beasiswa pelatihan SDM Dogiyai sebagai calon pemimpin masa depan.
Kerjasama ini tentu selaras dengan semangat visi pemerintah kabupaten Dogiyai yaitu ‘Dogiyai Bahagia’. Harapan dari program ini adalah untuk memberi kesempatan kepada generasi muda di Dogiyai yang berusia maksimal 30 tahun untuk bisa mengikuti program pelatihan kepemimpinan selama 6 bulan di Auckland Technology University (AUT), Selandia Baru pada bulan Juni 2020.
Pendaftaran peserta yang mendapat rekomendasi dari Yayasan Jendela dan persetujuan Bupati Dogiyai dapat dikirim paling lambat 14 Januari 2020.
Ini adalah kesempatan emas bagi warga Dogiyai yang dihadirkan oleh Yayasan Jendela dan Pemkab Dogiyai. Kehadiran Yayasan Jendela yang dipimpin Mrs. Sastri dan didukung penuh oleh Bupati Dogiyai telah mempromosikan wisata, kerjasama pendidikan dan pelayanan kesehatan di Dogiyai.
Yayasan Jendela yang muncul pada bulan September 2019 berupaya sesuai AD/ART untuk menjembatani visi dan misi pemerintah kabupaten Dogiyai kepada warga Dogiyai.
Kegiatan lain yang telah dilaksanakan Yayasan Jendela yang masih berusia 2 bulan diantaranya sosialisasi pengadaan beasiswa S1, S2 dan S3 ke luar negeri dan dalam negeri, serta beasiswa dokter spesialis, atas prakarsa Bupati Dogiyai dan Kadis Pendidikan Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd M.Si, bulan April lalu.
Syarat utama beasiswa tersebut adalah sertifikat TOEFL atau IELTS sehingga Yayasan Jendela mengandeng Mr.Kaspar Anderegg dari Negara Swiss untuk menjadi Manager Kursus TOEFL ITP di Dogiyai yang telah dibuka secara resmi Tanggal 16 Oktober 2019 di SMK Negeri 2 Wadio.
Pembukaan ini dibuka oleh Mr. Anderegg dari Swiss dan dihadiri perwakilan peserta kursus dari kelas Dogiyai dan Nabire.

Kedatangan Mr. Kaspar Andregg sebagai Koordinator Promosi Wisata Swiss diisi juga dengan kegiatan Yayasan Jendela yang disupport penuh oleh Bupati Yakobus Dumupa, S.IP sebagai kegiatan promosi potensi wisata “Dogiyai Bahagia”, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dogiyai.
Kesuksesan kolaborasi Yayasan Jendela dan Pemerintah Dogiyai, kembali mendapat kepercayaan dari Auckland Technology University (AUT) New Zealand melalui kerabat Mr. Kaspar Andregg untuk mengusulkan beberapa orang muda Dogiyai untuk diusul mewakili Dogiyai untuk kemudian diseleksi dalam pembekalan kepimpinan selama 6 bulan dengan beasiswa penuh dari New Zealand dengan ketentuan dan syarat yang ditetapkan oleh AUT.
Salah satu syaratnya adalah sertifikat TOEFL dengan skor minimal 400. Yayasan Jendela akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengirimkan beberapa orang muda Dogiyai untuk diseleksi sebagai Agen Perubahan Dogiyai.
Menurut Ketua Tim Kerja Yayasan Jendela, Dr. Drg. Yohanes Tebai, MH.Kes, syarat lainya adalah memiliki paspor yang aktif. Pemda Dogiyai sendiri telah membuka kantor Ranting Imigrasi di Dogiyai.
Lanjut Dr. Tebai, Yayasan Jendela bersinergi dengan pemda Dogiyai dalam membangun Dogiyai dengan visi Dogiyai Bahagia sehingga secara teknis pengiriman perwakilan Dogiyai akan dibahas dengan Bupati Dogiyai dalam waktu dekat.
Yayasan Jendela juga akan membuka Bimbingan Belajar untuk pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Indonesia di Dogiyai karena pelajaran di Sekokah selama ini dirasa masih kurang optimal sehingga perlu ada tambahan yang diiringi dengan tes evaluasi untuk memastikan tingkat penyerapan materi.
Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Dogiyai untuk siap ikut seleksi berbagai macam beasiswa yang sudah disosialisasikan Bulan April 2019 lalu di Aula BPKAD Dogiyai.
Target Yayasan Jendela bersama Pemda Dogiyai yakni mengirim paling sedikit 5 orang ke luar negeri dan 10 orang ke dalam negeri. Tidak menutup kemungkinan lebih, sesuai kesiapan dan kemampuan Warga Dogiyai.
Menurut Ketua Yayasan Mrs. Sastri, target ini sangat berat sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak di Dogiyai dan etos kerja pegawai yayasan yang tinggi.
Yayasan Jendela, juga melakukan pendampingan dalam penerapa Percepatan Pelayanan Kesehatan “SAKSI Dr.Tebai”, yaitu Satu Keluarga Satu Instruktur yang memungkinkan setiap keluarga Dogiyai yang didata kesehatannya dan memiliki satu instruktur dari anggota keluarganya sebagai penggerak kesehatan keluarga yang dipantau oleh Puskesmas setempat.
Program ini pertama di Indonesia dan diterapkan di Puskesmas Bomomani sebagai pilot project, hal ini sudah dikoordinasi dengan kepala distrik Mapia dan musyarawah pimpinan se distrik Mapia. Apabila berhasil maka program ini akan diterpakan ke puskesmas lainya yang mau menerapkannya.
Yayasan Jendela juga menerima mahasiswa kedokteran dan dokter umum untuk dipersiapkan mengikuti tes TOEFL untuk masuk pendidikan dokter spesialis.
Hal ini sinkron dengan upaya Pemda Dogiyai yang sudah melakukan kerjasama pendidikan kedokteran dengan Fakultas Kedoktrean Universitas Indonesia Jakarta.
Hadir dengan beberapa program, Yayasan Jendela optimis berkontribusi membangun Dogiyai dengan visi Pemda Dogiyai saat ini yaitu Dogiyai Bahagia. Yayasan Jendela dan Tim kerja mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Dogiyai atas kepercayaan untuk ikut membangun Dogiyai Dengan sasaran Papua Cemerlang Institut.
[Nabire.Net/Christian.Degei]


Leave a Reply