Anggota Polda Papua Tewas Ditikam Dalam Pertikaian Di Pasar Yotefa Abepura
Salah seorang anggota Mapolda Papua, Bripka Asmadi Tabuni, tewas ditikam akibat pertikaian yang terjadi di sekitar Pasar Yotefa, Abepura, Papua, selasa petang 27 juni 2017.
Bripka Asmadi Tabuni tewas ditikan oleh penjaga pasar Yotefa bernama Onggen, selasa 27 juni 2017, pukul 18.15 wit.
Dari informasi yang didapatkan dari Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua, saat itu saksi korban Dian Tabuni dan Peni Tabuni bersama teman lainnya yaitu Bripka Mendian Tabuni dan Onius Tabuni sedang duduk-duduk di Terminal Pasar Baru Yotefa dan berniat untuk pulang ke rumah masing-masing. Saat sedang duduk-duduk, datang penjaga pasar dan memperingatkan mereka untuk segera pulang.
Hingga penjaga pasar datang untuk ketiga kalinya membentak kepada keempat korban, dan menyenter muka keempat korban, korban menyampaikan bahwa “kou tau saya dan kita baku tau kenapa ko harus bicara begitu”selanjutnya pelaku bilang berkata “jadi kamu mau apa, kamu di suruh pulang kok kamu masih disini”.
Akhirnya terjadi keributan. pada saat inilah Bripka Asmadi datang dan menanyakan kenapa ribut-ribut, kemudian pelaku langsung menikam Briptu Mendian Tabuni, dan menggores leher Peni Tabuni.
Korban penikaman kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Pada pukul 19.15 wit di hari yang sama, Polsek Abepura menerima laporan tentang kejadian tersebut, selanjutnya anggota Polsek Abepura yang dipimpin oleh Wakapolsek Abepura, AKP James langsung menuju ke TKP dan langsung mengamankan TKP.
Untuk diketahui bahwa saudara Mendian Tabuni adalah anggota polri berpangkat Briptu yang saat ini bertugas di Dit Reskrimum Polda Papua. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Dit Reskrimum Polda Papua dan Bid Propam Polda Papua.
Identitas Pelaku :
– Nama Onggen pekerjaan sebagai penjaga pasar
Identitas Korban :
– Briptu Mendian Tabuni (luka tusuk di perut)
– Bripka Asmadi Tabuni (meninggal dunia)
– Peni Tabuni (luka sayat di leher sebelah kiri)
Identitas Saksi-saksi :
– Dian Tabuni;
– Onius Wenda
[Nabire.Net]



Irawati
Smoga kejadian seperti ini tdk terulang lg